SD Muhammadiyah Sapen dan SDN Nglarang Berjaya pada Final MLSC Yogyakarta Seri 2

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Partai puncak ajang sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Yogyakarta Seri 2 2025-2026 di Stadion Tridadi Sleman, Ahad (1/2/2026), menyuguhkan duel penuh tensi hingga menit akhir. Kejutan besar hadir di kategori usia 10 tahun (KU 10) saat SDN Nglarang yang berstatus debutan sukses merebut gelar juara. Sementara pada KU 12, SD Muhammadiyah Sapen kembali berjaya setelah menumbangkan SD Muhammadiyah Karangploso.

Pada laga KU 10 sebenarnya, SD Muhammadiyah Sapen berhasil memimpin dua gol terlebih dulu. Akan tetapi SDN Nglarang yang diperkuat pemain jangkung Danisa Anindya Nuha Zahira berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum.

Drama mencapai puncaknya setelah SDN Nglarang menambah dua gol pada menit-menit akhir yang memastikan kemenangan 4-2 sekaligus mengantarkan mereka sebagai juara MLSC Yogyakarta Seri 2 2025-2026.

Sementara itu, partai final KU 12 mempertemukan dua tim kuat, SD Muhammadiyah Sapen sebagai juara bertahan melawan SD Muhammadiyah Karangploso. Duel ini menjadi ajang adu tajam dua pencetak gol andalan, Shima Putri Larasati dan Nadia Shakila Azzahra.

SD Muhammadiyah Sapen membuka keunggulan 2-0 di babak pertama. Salah satu gol Shima bahkan tercipta dari tendangan gawang yang langsung mengarah ke gawang lawan dan sempat mengenai kiper Karangploso.

Karangploso sempat bangkit di babak kedua lewat gol Nadia pada menit ke-16. Namun, Shima kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit berselang memanfaatkan bola liar. Nadia kembali memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3, tetapi hingga laga usai skor tak berubah dan SD Muhammadiyah Sapen memastikan gelar juara.

Shima mengaku sempat merasa gugup menghadapi tim kuat seperti Karangploso, namun motivasi membanggakan sekolah dan rekan setim menjadi pendorong utama.

“Saya ingin meninggalkan kenangan manis karena teman-teman kelas enam sudah tidak bisa bermain di KU ini tahun depan,” ujarnya.

Deputi Sekjen PSSI sekaligus Ketua PSSI Provinsi DIY, Dessy Arfianto, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MLSC di Yogyakarta yang dinilai mampu memperkuat pembinaan sepak bola putri usia dini.

“Kegiatan ini sangat positif dan membantu PSSI dalam menjaring bibit-bibit pesepak bola putri sejak usia sekolah dasar. Kami berharap Yogyakarta terus menjadi tuan rumah di seri-seri berikutnya,” katanya.

Usai turnamen, sejumlah pemain terbaik akan menjalani MilkLife Extra Training sebagai bagian dari seleksi menuju pembentukan tim All-Stars Yogyakarta. Nama-nama seperti Nadia Shakila Azzahra, Shima Putri Larasati, dan Danisa Anindya Nuha Zahira mencuri perhatian berkat performa konsisten dan kecerdasan bermain.

Asisten Head Coach MLSC, Andri Ramawi Putra, menilai kualitas pemain putri muda di Yogyakarta terus berkembang meski belum merata di setiap lini.

“Mereka memiliki waktu persiapan cukup panjang menuju All-Stars pada Juni 2026. Ini momentum untuk pematangan teknis, fisik, dan taktik," ujarnya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga kesinambungan pembinaan sepak bola putri.

“Kami melihat peningkatan kualitas sangat signifikan dari dua seri yang sudah berlangsung. Persaingan makin kompetitif, termasuk munculnya juara baru di KU 10,” katanya.

Selain turnamen utama, digelar pula Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 6-8 tahun yang diikuti 81 siswi dari 22 sekolah. Para peserta mengikuti berbagai rintangan permainan koordinasi, kecepatan, dan ketangkasan sebagai pengenalan dasar sepak bola yang dikemas secara menyenangkan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research