Ketika Biaya Bukan Lagi Penghalang untuk Kuliah di Karawang

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG - Memilih kampus hari ini tidak lagi sesederhana soal nama besar atau gengsi. Di tengah biaya pendidikan yang terus meningkat dan dunia kerja yang bergerak cepat tanpa aba-aba, pelajar SMA dan orang tua di Karawang dihadapkan pada satu pertanyaan yang sama pentingnya dengan mimpi itu sendiri, bagaimana menyiapkan masa depan tanpa membebani keluarga?

Bagi banyak siswa berprestasi, keinginan melanjutkan kuliah kerap tertahan di masalah biaya. Bukan karena kurang kemampuan, tapi karena realitas ekonomi yang tidak selalu ramah. Padahal, menurut sejumlah praktisi pendidikan di Karawang, beasiswa bukan sekadar keringanan finansial, melainkan bentuk pengakuan atas potensi dan konsistensi.

Bagi seorang akademisi, beasiswa itu investasi jangka panjang. Negara, kampus, dan masyarakat sedang percaya pada kemampuan anak-anak ini. Realitas itulah yang dibaca oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang yang berlamat di Jl. Banten No.1, Karangpawitan, Kec. Karawang Barat, Karawang, dengan menghadirkan beasiswa yang disesuaikan dengan karakter dan talenta generasi muda hari ini. Pendekatannya tidak tunggal, karena prestasi tidak selalu lahir dari ruang kelas.

Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Hasan Basri menegaskan akses pendidikan tinggi tidak boleh berhenti di persoalan biaya. Menurutnya, tugas kampus adalah membuka jalan, bukan menutupnya dengan syarat yang memberatkan.

“Banyak siswa di Karawang punya potensi besar, tetapi sering ragu melangkah karena keterbatasan biaya. Melalui berbagai jalur beasiswa, kami ingin memastikan bahwa semangat belajar dan prestasi mereka tidak berhenti hanya karena faktor ekonomi,” ujar Hasan dalam keterangan, Senin (2/2/2026).

Melalui Beasiswa Jalur Undangan misalnya, siswa cukup melampirkan rapor hingga semester terakhir serta surat rekomendasi dari sekolah. Skemanya berjenjang dan transparan. Peringkat pertama berpeluang mendapatkan beasiswa hingga 100 persen uang gedung dan biaya semester, peringkat kedua 75 persen, dan peringkat tiga hingga sepuluh sebesar 50 persen.

Namun, UBSI kampus Karawang juga memahami bahwa prestasi tidak selalu berbentuk angka. Beasiswa Juara dibuka bagi hafiz Alquran, atlet, seniman, musisi, hingga siswa dengan prestasi jalur nasional seperti SNBP. Besaran beasiswa disesuaikan dengan capaian, mulai dari 25 persen untuk tingkat kabupaten hingga 100 persen bagi prestasi internasional.

Di era digital, bakat juga hadir dalam bentuk baru. Konten kreator, programmer, desainer grafis, hingga data analyst mendapatkan ruang melalui Beasiswa Talenta Digital. Seleksinya berbasis portofolio dan wawancara, mencerminkan kebutuhan industri yang semakin menghargai karya nyata dan kemampuan praktis. Informasi lengkap mengenai jalur ini dapat diakses melalui https://bsi.today/.

“Dengan biaya kuliah per semester nggak sampai 5 Juta serta Sistem Sumbangan Pendidikan (SSP) yang menyesuaikan gelombang pendaftaran, UBSI kampus Karawang menawarkan pilihan yang relatif rasional di tengah biaya pendidikan yang kian menanjak,” kata Hasan.

Pada akhirnya, memilih kampus adalah keputusan strategis, bukan emosional. Ia menentukan arah hidup, bukan hanya empat tahun ke depan, tetapi jauh setelah toga dilipat. Kesempatan sering datang tanpa suara keras. Bagi generasi muda Karawang, mungkin inilah saatnya berhenti ragu dan mulai melangkah, karena masa depan tidak pernah menunggu siapa pun yang terlalu lama menimbang.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research