Mengenal Dystonia, Gangguan Saraf Akibat Keseringan Ngetik dan Scrolling

3 hours ago 2

Seorang wanita menggunakan ponsel (Ilustrasi). Dystonia terjadi karena impuls saraf terbentuk secara tidak normal di dalam tubuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah ngerasain jari mendadak kaku, nyeri, atau kram hebat setelah berjam-jam berkutat di depan laptop untuk mengetik dan scrolling? Bagi banyak pekerja kantoran, mahasiswa, hingga praktisi kreatif, sensasi ini sering kali dianggap sebagai kelelahan otot biasa yang akan hilang hanya dengan pijatan ringan. 

Apa yang tampak seperti sekadar kram otot bisa jadi merupakan sinyal dari gangguan saraf yang jauh lebih serius. Sebuah peringatan penting muncul bagi siapa saja yang bekerja dalam durasi lama dengan perangkat digital yaitu aktivitas repetitif tanpa jeda dapat memicu masalah neurologis yang menetap.

Untuk membedah fenomena ini, konsultan bedah saraf fungsional dari Wockhardt Hospitals, Mumbai Central, India, dr Manish Baldia, memberikan penjelasan yang membuka mata. Ternyata, kram tangan saat bekerja tidak selalu bersumber dari masalah otot belaka, melainkan bisa ditelusuri kembali ke gangguan pada saraf yang terhubung langsung ke otak dan sistem saraf pusat.

Dia menyebut kondisi ini sebagai dystonia, sebuah gangguan pergerakan pada sistem saraf yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat awam. Dokter Baldia menekankan bahwa banyak orang terjebak dalam diagnosa yang keliru.

"Kram penulis (writer’s cramp) dapat dengan mudah disalahartikan atau dianggap sebagai ketegangan atau penggunaan tangan yang berlebihan, namun sebenarnya itu bisa merupakan gangguan pergerakan saraf, yang secara lebih tepat dikenal sebagai dystonia fokal tugas spesifik," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Senin (2/2/2026).

Meskipun tangan terlihat kuat secara fisik, masalah sebenarnya terletak pada malfungsi sinyal saraf yang muncul akibat gerakan berulang. Dystonia terjadi karena impuls saraf terbentuk secara tidak normal di dalam tubuh. "Meskipun tangan tetap kuat dan sehat, serta terbentuk secara normal, masalah ini pada dasarnya adalah pembentukan impuls saraf yang tidak normal, yang dapat memengaruhi tindakan apa pun yang memerlukan pengulangan, seperti menulis, mengetik, atau mengklik mouse komputer," ujar dr Baldia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research