Sinyal ultra-wideband (UWB).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hyundai Motor Company dan Kia Corporation mengumumkan pengembangan Vision Pulse, teknologi keselamatan pengemudi inovatif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi blind spot secara real-time. Teknologi ini memanfaatkan sinyal ultra-wideband (UWB) untuk memetakan hambatan di sekitar kendaraan dengan tingkat akurasi tinggi.
Diumumkan di Seoul pada Senin (2/2/2026), Vision Pulse dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada pengemudi ketika terdeteksi potensi risiko tabrakan, termasuk pada kondisi pandangan yang terhalang atau lingkungan perkotaan yang kompleks.
Teknologi Vision Pulse bekerja dengan memanfaatkan modul UWB yang dipasang pada kendaraan untuk memancarkan sinyal. Apabila kendaraan lain, sepeda, atau pejalan kaki di sekitar juga dilengkapi modul UWB—seperti yang terdapat pada ponsel pintar, perangkat wearable, atau alat pelacak tertentu—sistem akan menghitung waktu tempuh sinyal antarperangkat untuk menentukan posisi objek secara presisi.
Hyundai dan Kia mengeklaim teknologi ini memiliki tingkat akurasi tinggi, dengan selisih ketepatan posisi objek hanya hingga 10 sentimeter dalam radius 100 meter. Bahkan, sistem tetap mampu mendeteksi objek meski pandangan pengemudi terhalang benda lain.
Berbeda dengan teknologi deteksi blind spot konvensional yang mengandalkan perangkat tetap atau jaringan komunikasi dengan kecepatan terbatas, Vision Pulse menawarkan komunikasi yang cepat dan presisi. Teknologi ini bekerja pada bandwidth GHz, sehingga meminimalkan interferensi sinyal sekaligus memiliki kemampuan difraksi dan penetrasi yang baik.
Vision Pulse juga diklaim mempertahankan akurasi deteksi lebih dari 99 persen, termasuk pada kondisi cuaca buruk maupun malam hari. Kecepatan komunikasi sistem ini berada di kisaran 1–5 milidetik, memungkinkan respons keselamatan secara langsung.
Keunggulan lain dari Vision Pulse adalah efisiensi biaya. Dengan memanfaatkan modul UWB yang telah terintegrasi di banyak kendaraan modern, teknologi ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada sensor berbiaya tinggi seperti LiDAR dan radar, tanpa mengorbankan standar keselamatan.
Untuk meningkatkan kepraktisan di dunia nyata, Hyundai dan Kia mengembangkan algoritma prediktif yang mampu melacak berbagai objek bergerak, termasuk yang melaju dengan kecepatan tinggi di sekitar kendaraan. Hal ini memperluas potensi penerapan Vision Pulse pada sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut.

3 hours ago
1














































