Paloma Faith ‘Sentil’ Klaim Apolitis Ed Sheeran, Singung Konser Penggalangan Dana untuk Ukraina

5 hours ago 1

Penyanyi asal Inggris, Ed Sheraan. Sebagai penyanyi yang sudah lama mengadvokasikan Palestina, Paloma Faith justru mendukung tindakan Macklemore saat menyerukan dukungan terhadap Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musisi Ed Sheeran menerima banyak kecaman sejak kabar pencoretan Macklemore dari turnya. Salah satunya dari penyanyi Paloma Faith.

Sebagai musisi yang sudah lama mengadvokasikan Palestina, Faith mendukung tindakan Macklemore saat menyerukan dukungan terhadap Palestina. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan integritas serta menepis anggapan bahwa ucapannya bersifat provokatif. “Saya sangat bersyukur saya bukan Ed Sheeran saat ini, karena situasinya sungguh mencengangkan dan ditangani dengan buruk oleh pihak-pihak yang menjadi penasihatnya,” ujar Fait kepada dalam acara "The Fourcast".

Faith menyatakan ia tidak pernah sejalan dengan budaya apatisme politik dan meyakini bahwa musisi seharusnya memperjuangkan isu-isu kemanusiaan. Tidak hanya itu, ia pernah bermain di konsernya Ed Sheeran dalam upaya menggalang dana untuk Ukraina.

“Saat itu, ia tidak bersikap apolitis. Saya tidak mengerti mengapa satu dianggap lebih bermuatan politis dibandingkan dengan yang lainnya," kata dia.

Kala itu, Sheeran tidak hanya membawakan lagu "Bad Habits" pada acara amal ITV, tetapi juga sempat merekam lagu protes mengenai perang di Ukraina bersama U2 pada awal tahun ini. “Saya rasa apa yang dipelajari oleh Ed Sheeran saat ini adalah bahwa mustahil untuk berada di tingkat seperti itu dan berpikir bisa menjauh dari politik, karena bersikap apolitis itu sendiri merupakan sebuah tindakan politis,” kata Faith.

Faith menilai pernyataan publik Sheeran bermasalah. Utamanya dengan cara penyampaiannya terkait tindakan militer brutal dari Israel kepada Gaza, yang sudah diakui secara umum sebagai tindakan genosida, sebagai sekadar konflik, serta berlindung di balik alasan netralitas politik dengan mengacu pada fakta bahwa terdapat anak-anak di antara para penggemarnya.

“Itu yang saya tidak suka. Ketika ia menyatakan hal tersebut, saya sangat kecewa karena ada banyak anak di Palestina yang dihadapkan dengan hal-hal yang tak terbayangkan yang seharusnya tidak mereka alami. Saya mengucapkan ‘Free Palestine’ kepada anak-anak saya setiap malam. Saya rasa anak-anak perlu diperkenalkan kepada dunia politik,” kata dia.

Faith kemudian mengacu kepada data yang diungkapkan melalui komisi PBB yang menemukan bahwa tentara Israel telah mengambil nyawa dari 20 ribu anak Palestina sejak serangan pada 7 Oktober. Laporan yang sama menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dengan sengaja menargetkan anak-anak.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research