REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa tahun belakangan, investor ritel di Indonesia makin serius melirik saham Amerika Serikat. Perusahaan teknologi global, mulai dari produsen chip sampai raksasa e-commerce, kini bisa dibeli lewat aplikasi di ponsel. Bahkan, modalnya tidak harus besar berkat skema saham fraksional. Dulu, membeli saham Apple atau Nvidia terdengar seperti urusan investor kakap. Sekarang? Cukup dari genggaman tangan. Tak heran bila pertanyaan soal saham mana yang layak dilirik makin sering terdengar.
Namun, berburu saham Amerika terbaik tidak sesederhana menyalin daftar perusahaan paling populer. Ukuran perusahaan, kekuatan bisnis, valuasi, sampai profil risiko pribadi, semuanya ikut menentukan apakah sebuah saham benar-benar cocok untuk Anda. Artikel ini membahas tiga hal sekaligus: perusahaan AS terbesar menurut kapitalisasi pasar, cara menilai sebuah saham sebelum membeli, dan bagaimana pajaknya bekerja bagi investor Indonesia.
10 Saham Amerika Terbaik 2026
Ketika orang menyebut saham Amerika terbaik, yang dimaksud biasanya perusahaan berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat, sebut saja Nvidia, Apple, Alphabet, Microsoft, dan Amazon. Hanya saja, kata "terbaik" itu relatif. Ia bergantung pada tujuan keuangan dan seberapa besar risiko yang sanggup Anda tanggung, dan sama sekali bukan jaminan keuntungan di masa depan.
Salah satu saringan paling umum adalah kapitalisasi pasar, yaitu total nilai seluruh saham yang beredar. Angka ini menggambarkan skala perusahaan sekaligus kepercayaan pasar terhadapnya, walau tidak bisa memberi tahu ke mana harga akan bergerak. Investor berpengalaman biasanya menjadikannya titik berangkat, lalu menyelam lebih dalam ke laporan keuangan dan prospek industrinya.
Mengacu pada data kapitalisasi pasar yang dihimpun Companiesmarketcap.com per September 2026, inilah sepuluh perusahaan Amerika dengan kapitalisasi terbesar. Nilainya dibulatkan dan bisa berubah setiap hari.
|
No. |
Perusahaan |
Kode |
Kapitalisasi Pasar |
Keterangan |
|
1 |
Nvidia |
NVDA |
±US$5,2 triliun |
Semikonduktor / AI |
|
2 |
Apple |
AAPL |
±US$4,9 triliun |
Teknologi konsumen |
|
3 |
Alphabet (Google) |
GOOG |
±US$4,2 triliun |
Internet / teknologi |
|
4 |
Microsoft |
MSFT |
±US$3,6 triliun |
Perangkat lunak / cloud |
|
5 |
Amazon |
AMZN |
±US$2,7 triliun |
E-commerce / cloud |
|
6 |
SpaceX |
n/a |
±US$2,0 triliun |
Perusahaan tertutup, belum diperdagangkan di bursa publik |
|
7 |
Meta Platforms |
META |
±US$1,7 triliun |
Media sosial / teknologi |
|
8 |
Broadcom |
AVGO |
±US$1,6 triliun |
Semikonduktor |
|
9 |
Tesla |
TSLA |
±US$1,4 triliun |
Kendaraan listrik |
|
10 |
Berkshire Hathaway |
BRK-B |
±US$1,1 triliun |
Konglomerat / investasi |
Ada satu catatan penting soal daftar ini. SpaceX masuk lewat valuasi privat dan belum melantai di bursa, jadi investor ritel belum bisa membelinya. Sembilan nama sisanya adalah saham publik yang aktif diperdagangkan di bursa AS.
Bagi pemula, mengenali seperti apa bisnis di balik tiap nama jauh lebih berguna ketimbang sekadar mengejar yang paling besar. Panduan edukasi soal saham Amerika terbaik yang paling banyak dikoleksi investor bisa menjadi titik awal untuk mengenal masing-masing emiten.
Tips Memilih Saham Amerika
Ukuran besar bukan alasan yang cukup untuk membeli sebuah saham. Ada beberapa hal yang biasanya ditimbang investor sebelum memutuskan:
- Pahami model bisnisnya. Cari tahu dari mana perusahaan itu menghasilkan uang dan apa yang membuatnya sulit disaingi. Kalau bisnisnya saja tidak Anda mengerti, menilai wajar-tidaknya harga jadi hampir mustahil.
- Periksa fundamental keuangan. Lihat pertumbuhan pendapatan, laba, dan arus kasnya, juga rasio valuasi seperti price-to-earnings (P/E). Perusahaan raksasa belum tentu dijual murah.
- Sesuaikan dengan tujuan dan horizon waktu. Saham yang pas untuk investasi belasan tahun ke depan belum tentu cocok untuk dana yang Anda butuhkan tahun depan.
- Perhatikan risiko nilai tukar. Saham AS ditransaksikan dalam dolar AS. Artinya, naik-turunnya kurs rupiah terhadap dolar AS ikut menentukan hasil akhir yang Anda terima.
- Lakukan diversifikasi. Menyebar dana ke beberapa saham atau sektor meredam pukulan kalau salah satu emiten ternyata berkinerja buruk.
- Mulai dari nominal kecil. Lewat saham fraksional, Anda bisa memiliki sepotong saham mahal tanpa harus menebus harga penuh satu lembarnya.
Untuk pemula, kemudahan akses juga masuk hitungan. Beberapa platform, misalnya Gotrade, membuka jalan bagi investor Indonesia untuk membeli saham AS secara fraksional dari nominal yang kecil. Namun, mudahnya membeli tidak lantas menghapus risiko. Setiap keputusan tetap sebaiknya berpijak pada riset, bukan sekadar ikut tren yang sedang ramai.
Apakah Investasi Saham Amerika Dikenakan Pajak?
Iya, kena. Bagi investor Indonesia, saham AS bersentuhan dengan dua yurisdiksi pajak sekaligus: Amerika Serikat sebagai negara sumber penghasilan dan Indonesia sebagai negara tempat tinggal. Bedanya paling kelihatan pada dividen.
Di Amerika, dividen untuk investor asing pada dasarnya dipotong pajak (withholding tax) sebesar 30 persen. Untungnya, ada Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang menekan tarif untuk penduduk Indonesia menjadi maksimal 15 persen dari dividen bruto. Aturannya tercantum dalam Pasal 11 Konvensi Pajak Amerika Serikat-Indonesia. Supaya tarif ini berlaku, investor umumnya harus mengisi formulir W-8BEN lewat brokernya.
Beda cerita dengan keuntungan modal (capital gain) dari kenaikan harga saham. Di sini, AS umumnya tidak memungut pajak dari investor asing nonresiden. Bebannya justru pindah ke sisi Indonesia. Sebagai wajib pajak dalam negeri, penduduk Indonesia dikenai pajak atas penghasilan dari mana pun asalnya, dividen dan keuntungan saham luar negeri termasuk di dalamnya, sehingga semuanya perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan.
Kabar baiknya, pajak yang sudah dipotong di AS umumnya bisa diperhitungkan sebagai kredit pajak luar negeri (PPh Pasal 24), jadi Anda tidak dipajaki dua kali untuk penghasilan yang sama, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Sebagian broker malah sudah memotong pajak dividen AS secara otomatis sebelum dananya mendarat di rekening, jadi ada baiknya mengecek laporan transaksi untuk mengetahui tarif yang benar-benar dikenakan.
Karena aturan pajak bisa berubah dan sangat bergantung pada kondisi tiap orang, berkonsultasi dengan konsultan pajak atau merujuk langsung ke ketentuan Direktorat Jenderal Pajak adalah langkah yang bijak sebelum memutuskan.
Masuk ke saham Amerika berarti ikut memiliki sepotong dari sebagian perusahaan paling berpengaruh di dunia. Namun, risikonya nyata, baik dari gejolak harga maupun pergerakan kurs. Memilih berdasarkan pemahaman atas bisnis dan tujuan pribadi Anda, alih-alih sekadar melihat besarnya perusahaan, biasanya lebih tahan uji dalam jangka panjang.

4 hours ago
1

















































