REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iklan yang menampilkan Sydney Sweeney menuai kecaman. Kampanye perusahaan pasar prediksi olahraga asal Amerika Serikat, Novig, itu menampilkan Sweeney dalam kondisi minim hingga nyaris tanpa busana sembari berpura-pura memainkan sejumlah cabang olahraga.
Kampanye tersebut dikecam karena dinilai mengobjektifikasi dan menseksualisasi perempuan dalam olahraga. Sejumlah atlet yang mengkritik kampanye itu menegaskan bahwa atlet perempuan ingin dihargai atas pencapaian, kemampuan, kekuatan, dan kerja keras mereka, bukan semata jadi objek seksual.
Atlet renang peraih empat medali emas Olimpiade, Ariarne Titmus, menegaskan iklan itu tidak hanya merendahkan perempuan yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai atlet. Namun juga merendahkan perempuan yang berolahraga untuk sehat.
"Saya tidak bisa menggambarkan betapa marahnya saya saat melihat ini. Ini bukan hanya tamparan keras bagi setiap wanita yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjadi atlet, tetapi juga bagi setiap wanita yang suka olahraga," kata atlet asal Australia tersebut dilansir laman The Guardian, Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, olahraga juga semestinya mencerminkan kerja sama tim, persahabatan, dedikasi, keunggulan, dan persatuan. Karena itu, ia tak habis pikir masih ada kampanye iklan yang mengeksploitasi dan menseksualisasi perempuan dalam olahraga.
"Bagaimana mungkin kita hidup di dunia di mana komersialisasi tubuh wanita dan objektifikasi seksual dalam olahraga wanita masih terus terjadi?" kata Titmus.
Kritik juga disampaikan pelari Inggris Amy Hunt. la berbicara setelah finis di posisi keempat nomor lari 200 meter dalam ajang Ultimate Championships pada Ahad (13/9/2026) malam. "Sydney Sweeney, beginilah rupa perempuan dalam olahraga," kata Hunt.
Hunt kemudian merujuk pada catatan waktu 21,47 detik yang dibuat Melissa Jefferson-Wooden. Catatan tersebut merupakan waktu tercepat keempat sepanjang sejarah nomor 200 meter.
"21,4. Otot. Kerja keras, darah, keringat, air mata," kata dia.
Kepada para jurnalis, Hunt menegaskan bahwa kehidupan seorang atlet perempuan tidak selalu identik dengan sesuatu yang indah, glamor, atau seksì. "Ketika Anda seorang perempuan dalam olahraga, itu tidak selalu indah. Tidak selalu glamor. Tidak selalu seksi," kata dia.
Pesenam Amerika Serikat, Gracie Kramer, mengkritik kampanye tersebut dengan mengunggah video yang memperlihatkan dirinya saat berlatih dan bertanding. Video itu disertai pesan, "Beginilah perempuan dalam olahraga".
Hal itu kemudian diikuti atlet lain, termasuk perenang Olimpiade Australia Lani Pallister. la membagikan video Instagram yang menampilkan rutinitas latihannya, berbagai perlombaan, serta medali-medali yang telah diraihnya.
Atlet lari cepat Bree Rizzo juga mengunggah cuplikan perjalanan kariernya di lintasan lari. Sementara itu, Australian Institute of Sport membuat versinya sendiri dengan menampilkan sejumlah cabang olahraga perempuan, termasuk panahan, senam, tinju, dan softball. Mereka juga memperlihatkan aktivitas di balik layar dalam bidang ilmu keolahragaan perempuan.

2 hours ago
3

















































