REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah anak-anak di Jepang kembali mencatat rekor terendah dalam sejarah. Data yang dirilis Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan populasi penduduk berusia di bawah 15 tahun turun menjadi 13,29 juta jiwa pada 2025, berkurang sekitar 350 ribu dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut mempertegas krisis demografi yang telah berlangsung selama beberapa dekade di Negeri Sakura. Anak-anak kini hanya mencakup 10,8 persen dari total populasi Jepang, menjadi proporsi terendah yang pernah tercatat.
Sebagai perbandingan, pada 1950, ketika Jepang memasuki fase awal kebangkitan ekonominya, kelompok usia di bawah 15 tahun mencapai 35,1 persen dari populasi. Angka itu kemudian menyusut menjadi 14,5 persen pada tahun 2000 dan terus menurun hingga saat ini meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk mendorong angka kelahiran.
Menyusutnya jumlah anak di Jepang berkaitan erat dengan rendahnya tingkat kelahiran. Tingkat fertilitas total secara nasional kini berada di bawah 1,2 anak per perempuan, jauh di bawah tingkat penggantian populasi sebesar 2,1. Di Tokyo, angka tersebut bahkan turun menjadi 0,99 anak per perempuan, sebagaimana diberitakan Russia Today pada Rabu (10/6/2026).
Penurunan angka kelahiran juga sejalan dengan berkurangnya jumlah pernikahan di Jepang. Selain jumlah generasi muda yang semakin sedikit akibat tren demografi jangka panjang, semakin banyak warga muda Jepang yang memilih menunda atau tidak menikah serta tidak membangun keluarga.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi dan sistem kesejahteraan Jepang. Berkurangnya populasi usia muda berpotensi mempersempit angkatan kerja, meningkatkan beban pembiayaan pensiun, serta memperbesar tantangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat yang semakin menua.
Pemerintah Jepang dalam beberapa tahun terakhir telah menggelontorkan berbagai insentif, mulai dari bantuan pengasuhan anak hingga dukungan bagi keluarga muda. Namun, langkah-langkah tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren penurunan kelahiran yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

2 hours ago
2












































