REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menjadi kreator konten kini tidak hanya dipandang sebagai hobi, tetapi juga peluang membangun karier hingga bisnis. Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, konsistensi dinilai menjadi salah satu faktor terpenting agar seseorang mampu bertahan dan mengembangkan audiens di media sosial.
Kreator konten tidak cukup mengandalkan satu video yang viral. Mereka juga dituntut memahami karakter audiens, terus belajar mengikuti perkembangan platform digital, serta mampu beradaptasi ketika tren berubah.
Kreator konten kecantikan Aleta Novianda menilai proses tersebut membutuhkan kesabaran karena hasil tidak datang secara instan. Ia mengaku tetap mengunggah konten secara rutin meski pada awalnya video yang dibuat belum banyak mendapat perhatian.
"Saya percaya kalau konsisten pasti ada hasilnya. Mau videonya ramai atau tidak, saya tetap upload sambil terus belajar," ujar Aleta dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Perempuan yang mulai membuat konten pada 2022 itu mengawali perjalanannya hanya dengan menggunakan telepon seluler Android untuk merekam sekaligus mengedit video. Saat masih duduk di bangku SMK, ia mengaku sempat menerima cibiran karena dianggap terlalu sering membuat konten.
Namun, ia memilih menjadikan kritik tersebut sebagai motivasi untuk terus memperbaiki kualitas video dan memahami konten seperti apa yang disukai pengguna media sosial. Upaya itu perlahan membuahkan hasil ketika sejumlah videonya masuk ke halaman For You Page (FYP) TikTok. Konten ulasan produk perawatan kulit yang dikemas sederhana mulai dikenal luas dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai merek.
Menurut Aleta, menjadi kreator konten juga menuntut kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekosistem digital. Ketika layanan TikTok Shop sempat dihentikan di Indonesia pada 2023, ia mengubah strategi dengan lebih aktif melakukan siaran langsung (live streaming) dan menyesuaikan jenis konten yang dibuat.
Strategi tersebut penting karena sumber pendapatan kreator digital tidak hanya berasal dari iklan atau kerja sama dengan merek, tetapi juga dapat berasal dari program afiliasi, siaran langsung, hingga pengembangan usaha sendiri. Seiring berkembangnya audiens, Aleta mengatakan dirinya mulai memanfaatkan media sosial untuk membangun bisnis di luar aktivitas sebagai kreator konten. Bersama suaminya, ia merintis usaha aksesori gim dengan merek SJPRO.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi pintu masuk membangun bisnis asalkan dibarengi dengan komitmen untuk terus belajar dan menjaga kepercayaan audiens. "Bagi saya, yang paling penting adalah jangan takut memulai hanya karena omongan orang lain. Semua orang punya proses masing-masing. Terus belajar, tetap konsisten, dan jangan mudah menyerah," katanya.
Pesatnya perkembangan ekonomi kreator (creator economy) membuat profesi kreator konten semakin diminati, terutama oleh generasi muda. Namun, pengalaman para kreator menunjukkan bahwa membangun karier di media sosial bukan hanya soal mengejar viral, melainkan kemampuan menghasilkan konten yang konsisten, relevan, dan mampu membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.

27 minutes ago
1
















































