Alasan Harga Emas Terus Melejit, Polandia dan China Borong Terus

23 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia kini masih berada di level yang cukup tinggi meskipun sempat mengalami gejolak usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkumandang tentang kenaikan tarif untuk beberapa negara yang menjadi mitra dagangnya.

Pada perdagangan sebelumnya Rabu (3/4/2025), harga emas dunia di pasar spot merosot 0,66% di level US$3.112,83 per troy ons. Pelemahan terjadi usai harga emas mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa di level US$3.167,57 per troy ons. Dalam perdagangan intraday emas pun turun menyentuh level terendah di US$3.053,87 atau penurunannya sempat terjadi lebih dari 2%.

Akan tetapi harga emas masih mencatatkan kenaikan signifikan di sepanjang tahun ini, tercatat di sepanjang 2025 harga emas telah melesat lebih dari 18%.

Selain dari gejolak ekonomi, harga emas juga didorong oleh aksi pembelian dari beberapa bank sentral.

Bank sentral melaporkan pembelian bersih sebesar 24 ton emas pada bulan kedua tahun ini, yang terdiri dari sembilan bank sentral melakukan aksi pembelian emas dan dua bank sentral lainnya melakukan aksi penjualan emas.

Bank Nasional Polandia memimpin pembelian bersih, menambahkan 29 ton ke cadangan emasnya, menjadikan Februari sebagai bulan pembelian bersih ke-11 berturut-turut

Bank Rakyat China, Bank Sentral Republik Turki, Bank Sentral Yordania, Bank Nasional Ceko, dan Bank Sentral Qatar juga melaporkan pembelian bersih pada bulan Februari.

Permintaan emas dari bank sentral terus berlanjut, dengan data yang tersedia untuk bulan Februari menunjukkan cadangan emas bank sentral global yang dilaporkan meningkat sebesar 24 ton. Sejauh ini, Polandia, China, Turki, dan Republik Ceko telah memimpin permintaan emas dari bank sentral pasar berkembang.

Seperti pada bulan-bulan sebelumnya, sebagian besar pembelian berpusat pada bank-bank sentral yang telah menjadi pembeli atau penjual reguler akhir-akhir ini.

Bank Nasional Polandia (NBP) memimpin pembelian bersih bulan dan tahun ini, menambahkan 29 ton pada bulan Februari saja. Tahun ini, NBP menambahkan 32 ton emas, dengan total kepemilikan emasnya sekarang 480 ton atau 20% dari total cadangannya

Adapun, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) menambahkan 5 ton emas pada bulan Februari, bulan keempat berturut-turut pembelian bersih sejak melanjutkan pelaporan pada bulan November 2024.

Kemudian, Bank Sentral Republik Turki menambahkan 3 ton emas pada bulan Februari, dengan total cadangan emasnya 623 ton atau 38% dari total cadangannya. Lebih lanjut, Bank Sentral Yordania juga menambahkan 3 ton emas pada bulan Februari, dengan total cadangan emas sekarang 72 ton atau 30% dari total cadangan

Bank Sentral Qatar melaporkan pembelian bersih 2 ton pada bulan Februari, total emas yang dimilikinya sekarang mencapai 114 ton yang merupakan 19% dari total cadangan. Lalu, Bank Nasional Ceko menambahkan 2t emas ke cadangan mereka bulan ini, kepemilikan emasnya mencapai 55 ton atau 3% dari total cadangan

Penjual bersih untuk bulan Februari adalah Bank Nasional Kazakhstan (-8 ton) dan Bank Sentral Uzbekistan (-12 ton). Kedua bank sentral memimpin aktivitas penjualan bersih tahun ini, turun 4 ton.

Meskipun penjualan bersih secara tahunan (ytd), cadangan emas membentuk 54% dari total cadangan Kazakhstan, sehingga totalnya menjadi 280 ton.

Bank Nasional Belgia (NBB) telah menanggapi laporan media baru-baru ini tentang monetisasi cadangan emas Belgia untuk tujuan keuangan publik, khususnya belanja pertahanan. Dalam siaran pers baru-baru ini, NBB menegaskan kembali independensinya dan mengatakan cadangan emas merupakan aset yang dialokasikan untuk mencapai "tugas kepentingan publik yang dipercayakan kepada Bank."

Sementara itu, berdasarkan laporan World Gold Council periode April 2025, Amerika Serikat (AS) masih memimpin menjadi negara dengan cadangan emas tertinggi mencapai 8.133,5 ton. Sedangkan China berada di urutan ketujuh dengan total cadangan sebesar 2.289,5 ton. Dan India menduduki posisi kesembilan dengan cadangan sebesar 879 ton. Adapun, Indonesia berada di urutan ke-45 dengan total cadangan mencapai 78,6 ton.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research