Energi Terbarukan Lagi-Lagi Singkirkan Batu Bara, Harga Kembali Anjlok

18 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali melanjutkan penurunan usai perusahaan listrik terbesar di Yunani berencana membangun kapasitas baru sebesar 4 GW untuk menggantikan sumber energi fossil tersebut. Peralihan energi terbarukan di beberapa negara mendorong kejatuhan harga batu bara.

Dilansir dari Refinitiv, pada perdagangan Kamis (3/4/2025), harga batu bara anjlok 1,57% di level 103,35 per ton. Penurunan tersebut merupakan kejatuhan harga batu bara selama dua hari beruntun usai kenaikan selama lima hari beruntun.

Sebelumnya, perusahaan listrik terbesar di Yunani PPC bermaksud untuk berinvestasi EUR 5-8 miliar dalam kapasitas baru hampir 4 GW untuk menggantikan batu bara di Makedonia Barat. Ini ditegaskan Ketua dan CEO-nya Georgios Stassis.

Menurut kerangka waktu dekarbonisasi, Ptolemaida 5 akan menjadi pembangkit batu bara terakhir di negara tersebut, yang akan terus beroperasi hingga akhir tahun 2026. Pembangkit ini akan diubah menjadi pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas 350 MW. PPC juga terbuka untuk meningkatkannya menjadi 500 MW atau bahkan 1 GW.

Kelompok tersebut bertujuan untuk memasang total 2,1 GW fotovoltaik di seluruh wilayah. Pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 550 MW di bekas tambang lignit Ptolemaida hampir rampung.

Pembangkit ini akan menjadi yang terbesar di Balkan. Secara terpisah, sekelompok klaster berkapasitas 940 MW sedang dibangun dalam usaha patungan Meton dengan RWE Jerman.

Penyimpanan energi merupakan segmen utama lain dalam rencana investasi PPC. Dalam tiga tahun ke depan, perusahaan ini bertujuan untuk menyalurkan EUR 940 juta untuk total kapasitas 860 MW.

Proyek ini mencakup dua proyek pembangkit listrik tenaga air dengan penyimpanan pompa. Proyek di Kardia berkapasitas 320 MW dan durasi penyimpanan delapan jam, dan proyek lainnya di Lapangan Lignite Selatan berkapasitas 240 MW dan durasi 12 jam.

Proyek-proyek tersebut masing-masing bernilai EUR 430 juta dan EUR 310 juta. Diketahui pula unit penyimpanan baterai berkapasitas total 300 MW akan dipasang di Amyndaio, Akrini, Meliti, dan Kardia di wilayah utama penghasil batu bara negara tersebut, dengan yang lainnya adalah Megalopolis di Peloponnese.

PPC berencana membangun fasilitas produksi hidrogen 50 MW bersama Motor Oil. Ini akan menjadi Hellenic Hydrogen dan pabrik kogenerasi untuk memenuhi kebutuhan pemanas distrik mulai akhir tahun 2026.

Bukan hanya Yunani yang mulai beralih ke energi terbarukan, kabar terbaru sebelumnya Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, menegaskan kembali janjinya untuk lebih dari dua kali lipat kapasitas energi terbarukan negaranya saat ini. Dilansir dari powermag.com, dalam pidatonya di konferensi India Energy Week 2025 di New Delhi, ia menyampaikan kepada para delegasi bahwa ia ingin meningkatkan pembangkitan energi dari sumber terbarukan hingga setidaknya 500 GW.

Ia menegaskan bahwa pengembangan energi yang lebih besar adalah kebutuhan bagi perekonomian India. Di mana ia menekankan bahwa energi terbarukan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Saat ini, India merupakan negara penghasil tenaga surya terbesar ketiga di dunia, setelah China dan Amerika Serikat (AS). Pejabat pemerintah pada Februari lalu mengungkapkan bahwa kapasitas pembangkit tenaga surya yang terpasang di seluruh negeri kini telah melampaui 100 GW.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research