Deretan Negara Miskin Ini Jadi Korban Trump, Pendapatan Cuma Rp200.000

11 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Hampir semua negara di dunia terkena tarif impor bahkan negara yang miskin dan penuh akan konflik sekalipun. 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu 93/4/2025) mengumumkan akan memberlakukan tarif bea impor dengan tarif dasar 10% pada semua impor ke AS dan bea masuk yang lebih tinggi banyak negara lain.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia Research, banyak negara di Afrika yang punya angka Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang sangat kecil pun tampak terkena tarif Trump.

Sebagai contoh, Burundi yang merupakan negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita terkecil di dunia pada 2022 silam terpantau kena tarif sebesar 10%. PDB per kapita Burundi hanya US$156,5 atau sekitar  Rp 2.582.500 per tahun atau Rp 215.215/bulan (US%1= Rp 16.555).

Begitu pula dengan negara Republik Afrika Tengah (Central African Republic) yang punya PDB per kapita sebesar US$467,3 juga terkena tarif sejumlah 10%.

Bahkan yang cukup mengejutkan yakni negara Madagaskar dengan PDB per kapita sekitar US$500, menghadapi tarif 47% untuk ekspor ke AS. Tahun lalu, negara ini mengekspor barang senilai US$733 juta, termasuk vanili, logam, dan pakaian, sektor yang kini terancam akibat kebijakan tarif ini.

PDB per kapita adalah ukuran rata-rata pendapatan atau output ekonomi per orang di suatu negara dalam periode tertentu. Ini digunakan untuk menilai standar hidup dan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Sebagai perbandingan, PDB per kapita AS menembus sekitar US$ 89.860 atau sekitar Rp 1,49 miliar per tahun.

Afrika Sub-Sahara Dominasi Negara Termiskin dan Penuh Konflik

Menurut Consensus Forecasts untuk PDB per kapita (dalam dolar AS) tahun 2025, 19 dari 20 negara termiskin di dunia berasal dari Afrika Sub-Sahara (SSA). Satu-satunya negara non-Afrika dalam daftar tersebut adalah Afghanistan, yang masih terisolasi secara internasional dan dilanda konflik.

Kendati dalam beberapa tahun terakhir Afrika Sub-Sahara merupakan kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat kedua setelah Asia, pertumbuhan populasi yang sangat tinggi (lebih dari 2% per tahun) menyebabkan PDB per kapita naik jauh lebih lambat. Selain itu, beberapa faktor utama yang terus menghambat kemajuan ekonomi di SSA meliputi:

  • Cuaca ekstrem, yang berdampak pada hasil pertanian dan ketahanan pangan.
  • Ketidakstabilan politik, dengan sembilan kudeta sejak 2020 yang mengguncang pemerintahan di berbagai negara.
  • Ancaman keamanan, termasuk konflik bersenjata dan ketidakstabilan sosial yang memperburuk lingkungan investasi dan bisnis.

Berikut ini proyeksi daftar negara termiskin di dunia pada 2025.

1. Afghanistan (proyeksi PDB per kapita: US$410,93)

Kemiskinan di Afghanistan berasal dari puluhan tahun konflik, termasuk invasi asing, perang saudara, dan pemberontakan. Ketidakstabilan yang terus-menerus telah menghancurkan infrastruktur, melemahkan pembangunan institusi, dan menghambat investasi asing.

Di tengah beberapa proyek infrastruktur yang menghubungkan Afghanistan dengan negara-negara Asia Tengah, para analis memperkirakan pertumbuhan ekonomi tetap lemah pada tahun depan. Krisis kemanusiaan yang memburuk semakin memperumit upaya pemulihan ekonomi negara tersebut.

2. Sudan Selatan (proyeksi PDB per kapita: US$334,14)

Kemiskinan di Sudan Selatan berkaitan erat dengan perang saudara yang berkepanjangan, yang pecah segera setelah negara ini memperoleh kemerdekaan pada 2011. Konflik tersebut telah memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka, menghancurkan infrastruktur penting, serta mengganggu sektor pertanian, yang merupakan tulang punggung ekonomi negara ini.

3. Sierra Leone (proyeksi PDB per kapita: US$883,49)

Kemiskinan di Sierra Leone berakar dari dampak perang saudara brutal (1991-2002), yang menghancurkan infrastruktur dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Meskipun negara ini kaya akan cadangan berlian, manfaat ekonominya tidak dinikmati oleh masyarakat luas akibat salah urus sumber daya dan korupsi.

4. Malawi (proyeksi PDB per kapita: US$448,29)

Kemiskinan di Malawi terutama disebabkan oleh ketergantungan tinggi pada pertanian subsisten, yang menjadi mata pencaharian bagi mayoritas penduduk.

Kendati Malawi menerima dukungan keuangan besar dari kreditor asing, ketergantungan ini menyebabkan penumpukan utang eksternal. Malawi bahkan telah gagal membayar utang sejak 2022, yang semakin memperburuk krisis ekonominya.

5. Madagaskar (proyeksi PDB per kapita: US$575,74)

Kemiskinan di Madagaskar dipicu oleh berbagai faktor struktural yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial. Beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya PDB per kapita negara ini antara lain Krisis Politik Kronis (Kudeta dan pemilu yang diperebutkan telah melemahkan institusi negara serta menghambat upaya pembangunan dan ketidakstabilan ini membuat kebijakan ekonomi sulit berjalan secara konsisten serta mengurangi kepercayaan investor), Degradasi Lingkungan & Kerentanan terhadap Bencana Alam, Isolasi Geografis & Infrastruktur yang Buruk, dan Ketergantungan pada Pertanian Berproduktivitas Rendah & Minimnya Diversifikasi Industri.

6. Republik Afrika Tengah (proyeksi PDB per kapita: US$548,83)

Kemiskinan di Republik Afrika Tengah (CAR) sangat dipengaruhi oleh ketidakstabilan politik dan konflik berkepanjangan. Beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya pendapatan per kapita negara ini meliputi tidakamanan & Pengaruh Kelompok Bersenjata, Eksploitasi Sumber Daya Alam Tanpa Manfaat bagi Rakyat, dan Kurangnya Layanan Dasar.

7. Burundi (proyeksi PDB per kapita: US$156,5)

Kemiskinan di Burundi merupakan akibat dari berbagai faktor historis, ekonomi, dan lingkungan yang terus membelenggu pertumbuhan negara. Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini meliputi Dampak Perang Saudara & Konflik Etnis, Ketergantungan pada Pertanian Subsisten yang Tidak Produktif, Ketidakstabilan Politik & Korupsi, Sistem Pendidikan & Kesehatan yang Lemah, serta Bencana Alam yang Berulang.

8. Mozambik (proyeksi PDB per kapita: US$684,97)

Kemiskinan di Mozambik disebabkan oleh kombinasi faktor sejarah, mismanajemen sumber daya, serta tantangan keamanan dan lingkungan. Beberapa faktor yang menghambat perkembangan ekonomi Mozambik seperti Warisan Kolonial & Perang Saudara yang Berkepanjangan, Sumber Daya Alam yang Tidak Dikelola dengan Baik, Infrastruktur yang Minim, Terutama di Daerah Pedesaan, Bencana Alam yang Berulang, serta Pemberontakan oleh ISIS di Wilayah Utara.

9. Niger (proyeksi PDB per kapita: US$752,15)

Kemiskinan di Niger disebabkan oleh kombinasi faktor geografis, demografis, politik, dan keamanan yang saling memperburuk kondisi ekonomi negara ini.

Salah satu penyebabnya yakni Ketidakstabilan Politik & Korupsi (Pemerintahan yang lemah dan korupsi memperlambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu Kudeta tahun 2023 memperburuk situasi dengan mengurangi bantuan internasional dan menyebabkan sanksi dari ECOWAS, meskipun sanksi tersebut kini telah dicabut).

10. Republik Demokratik Kongo (proyeksi PDB per kapita: US$743,65)

Kendati Republik Demokratik Kongo (DRC) kaya akan sumber daya alam, termasuk cobalt dan mineral penting lainnya, negara ini tetap berada dalam kemiskinan ekstrem. Sejumlah faktor utama menyebabkan keterbelakangan ekonomi DRC, seperti Konflik Berkepanjangan & Perang Sipil (DRC telah mengalami perang sipil dan konflik bersenjata selama beberapa dekade, yang mengakibatkan jutaan kematian dan pengungsian besar-besaran. Selain itu, kelompok bersenjata seperti M23, yang diduga didukung oleh Rwanda, terus beroperasi di bagian timur negara ini, memperburuk ketidakstabilan).

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(rev/rev)

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research