Pasukan penjajah Israel sebelum menyerang salah satu kapal Global Sumud Flotilla, Senin (18/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SIPRUS – Pasukan penjajahan Israel menjalankan operasi pembajakan yang lebih brutal dari operasi-operasi sebelumnya. Kali ini, pihak Global Sumud Flotilla melaporkan adanya tembakan ke arah kapal-kapal.
“Kami mengetahui adanya lonjakan tingkat kekerasan selama intersepsi IOF saat ini,” tulis pesan dari grup Whatsapp kapal BoraLize pada Selasa malam WIB. Hingga unggahan itu disampaikan, pihak Global Sumud Flotilla mengaku belum dapat memastikan ada atau tidaknya korban luka dalam insiden tersebut.
“Perlu diketahui bahwa semua orang di kapal telah dilatih tentang nir-kekerasan dan de-eskalasi. Tim sedang berupaya memverifikasi status semua orang dan akan membagikan pembaruan yang dikonfirmasi sesegera mungkin,” lanjut pernyataan itu.
Akun Instagram Global Sumud Flotilla juga melaporkan terjadinya kekerasan yang dilakukan pasukan Israel terhadap para relawan kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza. Mereka menampilkan video yang menunjukkan seorang tentara IDF melepaskan tembakan dengan senjata laras panjang.
Menurut laporan tersebut, para relawan sempat mengangkat tangan sambil memohon kepada tentara Israel agar tidak melepaskan tembakan. Namun, tindakan represif tetap terjadi di tengah upaya mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan. “Ini adalah serangan terhadap Gaza. Ini adalah serangan terhadap kemanusiaan,” demikian pernyataan yang diunggah Global Sumud Flotilla.
Global Sumud juga melaporkan, kapal IDF menabrak kapal Sirius dan menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal selama intersepsi. "Tim-tim di sana bekerja segera untuk mengkonfirmasi status semua orang, memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak, dan mendokumentasikan semua insiden untuk tindak lanjut secara hukum dan diplomatik."
Mereka menilai tindakan Israel mencerminkan praktik apartheid, ketika pihak-pihak yang berusaha menyelamatkan nyawa justru dihadapi dengan peluru dan kekerasan. Dalam unggahan itu juga disebutkan bahwa bantuan kemanusiaan diblokade secara brutal dan hukum internasional dipermainkan.
Global Sumud Flotilla turut menuding Israel secara terbuka menyatakan akan menargetkan relawan berdasarkan ras. Mereka menyerukan masyarakat internasional agar tidak membiarkan tindakan tersebut menjadi sesuatu yang dianggap normal. “Kami tidak bisa tinggal diam sementara hal ini dinormalisasi,” tulis mereka.
Melalui unggahan tersebut, Global Sumud Flotilla juga mengajak publik internasional untuk menyebarkan informasi, menghubungi pejabat pemerintah, serta meningkatkan tekanan terhadap Israel.

5 hours ago
3














































