KemenHAM Pantau Perkembangan Penahanan WNI oleh Israel

5 hours ago 3

Jurnalis Republika Thoudy Badai (kiri) dan Bambang Noroyono (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) menyampaikan keprihatinan atas penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 oleh tentara zionis Israel. KemenHAM terus memantau perkembangan kabar para WNI itu. 

Dari 9 WNI dalam rombongan, ada dua jurnalis dari Republika yang diculik yaitu Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody). Keduanya berada di dalam konvoi kapal yang tujuannya mengirimkan bantuan logistik kepada para pengungsi di Gaza. 

“Kedua jurnalis tersebut saat itu sedang berada dalam pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dalan rangka melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Dan bukan baru kali ini saja mereka ikuti misi ini tetapi sudah pernah sebelumnya juga,” kata Staf Khusus (Stafsus) Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta setelah bertemu Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin di Kantor KemenHAM pada Selasa (19/5/2026).

Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan GSF di perairan internasional. Menurutnya, tindakan ini termasuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.

Adapun untuk penanganan kasus penculikan tersebut, Thomas menyampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang berupaya keras memastikan pembebasan WNI beserta awak misi kemanusiaan yang ditahan. 

“Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut," ujar Thomas.

Thomas menyatakan pemerintah terus memantau peristiwa ini melalui komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait demi memperoleh informasi terkini mengenai kondisi WNI tersebut. Langkah fasilitasi perlindungan disiapkan secara maksimal seiring situasi yang berkembang cepat.

Pemerintah tengah menyiapkan langkah kontigensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan pemulangan jika diperlukan. 

“Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan,” ucap Thomas.  

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research