KDM: Sunda Bukan Hanya Terkait Etnis dan Geografis, tapi Historis dan Idieologis

1 hour ago 1

Ribuan warga memadati kawasan Gedung Sate hingga sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026) malam untuk menyaksikan Kirab Milangkala Tatar Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan Sunda bukan hanya terkait geografis atau etnis. Namun, Sunda merupakan wilayah ideologis, historis, filosofis dan sosiologis.

Pernyataan itu disampaikan KDM dalam sambutan saat Pemprov Jabar menggelar drama musikal kolosal Pajajaran Gugat dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di area kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Ahad (17/5/2026) malam. Drama tersebut merupakan karya seniman Sujiwo Tejo.

KDM mengungkapkan cerita Pajajaran Gugat diproduksi seniman Sujiwo Tejo. Ia berkelakar Sujiwo Tejo berasal dari Kerajaan Majapahit yang memiliki sejarah berperang dengan Kerajaan Sunda.

"Cerita Pajajaran gugat diproduksi oleh seniman Sujiwo Tejo yang dia itu Majapahit, dia punya persoalan dengan Galuh di perang Bubat," ucap dia saat memberikan sambutan, Ahad (17/5/2026).

Ia menegaskan tidak mempermasalahkan konflik yang terjadi pada masa lalu. Namun, konflik itu dapat menjadi pelajaran ke depan untuk keberpihakan.

"Gak ada persoalan cerita masa lalu jadi cerita masa depan, konflik masa lalu diambil melalui narasi keberpihakan ke manusia," kata dia.

Dalam acara tersebut, terdapat penyerahan buku ensiklopedia berjudul Ki Sunda yang ditulis oleh tim dengan ketua Bagus Muljadi kepada Gubernur Jawa Barat. Buku tentang nilai-nilai Sunda.

Sejumlah menteri hingga eks menteri hingga pejabat lainnya turut hadir dalam acara tersebut seperti Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait, Jaksa Agung ST Burhanuddin. Menteri Koperasi Maman Abdurahman,

Eks menteri Susi Pudjiastuti. Anggota DPR RI TB Hasanuddin, mantan Kapolda Jabar Mochamad Iriawan, Dede Yusuf, Dadang Naser Bey Machmudin hingga bupati dan wakil bupati se Jawa Barat.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research