Indonesia Pantau Warga yang Terlibat Misi Kemanusiaan di Gaza

2 hours ago 1

Pemerintah terus memantau warga Indonesia yang ikut dalam flotila Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia terus memantau kondisi sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Dari sembilan WNI tersebut, lima di antaranya dilaporkan ditahan oleh pasukan Israel.

Dalam upaya membebaskan lima WNI yang ditahan, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan pemerintah juga memantau empat WNI lain yang berada di kapal terpisah di Mediterania timur. "Situasi di lapangan tetap sangat dinamis, dan keempat WNI yang masih di kapal berada dalam kondisi rentan," kata Dudung di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan kedutaan besar Indonesia di Turki, Mesir, Italia, dan Yordania sebagai langkah antisipasi untuk menerbitkan paspor darurat apabila dokumen asli mereka disita oleh pihak berwenang. "Kedutaan Indonesia juga berkomunikasi dengan otoritas lokal untuk memastikan akses transit dan bahwa proses repatriasi warga negara Indonesia dapat berjalan tanpa hambatan imigrasi," tambahnya.

Indonesia bergabung dengan sembilan negara lainnya—Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol—dalam pernyataan bersama yang dengan tegas mengutuk serangan Israel terhadap flotila Gaza. Dudung memastikan bahwa kedutaan Indonesia siap siaga untuk merespons perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan mencegat setidaknya 40 dari 54 kapal yang berpartisipasi dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla hingga Selasa. Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi bahwa lima WNI, termasuk jurnalis dan aktivis, ditahan setelah kapal mereka dicegat pada Senin, 18 Mei. Empat WNI lainnya yang berada di dua kapal terpisah melanjutkan perjalanan mereka di perairan dekat Siprus, menurut kementerian.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research