REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI, – Indonesia berhasil mengamankan tujuh kesepakatan dagang dengan potensi transaksi senilai US$60,3 juta dengan China dalam pameran perdagangan makanan dan minuman bergengsi Asia, Salon International de l’Alimentation (SIAL) di Shanghai. Angka ini jauh melampaui target awal sekitar US$30 juta, menurut Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri yang menyampaikan kabar ini kepada ANTARA Beijing pada Selasa.
Produk makanan Indonesia yang dipamerkan meliputi turunan CPO, sarang burung, durian beku, rumput laut, berbagai jenis keripik, tempe kering, dan kopi. Saat ini, produk makanan olahan Indonesia terus memperluas dan memperdalam pasar di China.
"Kami berupaya memperdalam dan memperluasnya, dengan kementerian membantu memfasilitasi standar yang berlaku di China agar pelaku usaha Indonesia dapat beradaptasi," ujar Dyah Roro. Ia menambahkan bahwa selama partisipasi dalam pameran perdagangan tersebut, Indonesia tidak menerima keluhan dari mitra China.
"Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada keluhan dari mitra China. Sejauh kami tahu, para pelaku usaha Indonesia sudah menyadari standar yang berlaku sebelum mengirim barang ke China—termasuk kemasan yang sesuai dengan persyaratan bahasa, pelabelan, dan lainnya," jelasnya.
Dalam pernyataan terpisah, Dyah Roro menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam SIAL Shanghai 2026 adalah langkah strategis untuk memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antar pelaku bisnis, dan mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar China.
Hubungan dagang Indonesia-China terus menunjukkan tren positif, dengan China dianggap sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia. Pada periode 2021-2025, total perdagangan antara Indonesia dan China tumbuh sebesar 7,24 persen. Pada 2025, ekspor Indonesia ke China tercatat mencapai US$67 miliar, mencerminkan tingginya permintaan dan meningkatnya daya saing produk Indonesia di pasar China.
China tetap menjadi pasar potensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, khususnya di sektor pertanian, makanan, dan produk bernilai tambah. Pada 2025, ekspor pertanian Indonesia ke China mencapai US$1,55 miliar, dengan tren pertumbuhan 10,8 persen selama lima tahun terakhir. Sementara itu, ekspor makanan olahan Indonesia ke China bernilai US$386,48 juta.
Komoditas unggulan Indonesia yang semakin diminati di pasar China termasuk sarang burung, kopi, rempah-rempah, produk perikanan, rumput laut, produk kelapa, buah tropis, serta minyak sawit dan turunannya.
"Permintaan dari pasar China untuk produk Indonesia terus meningkat. Ini menghadirkan peluang signifikan bagi pelaku usaha dalam negeri untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia," ujar Dyah Roro.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
3













































