Ada Pusat Kajian Kesejahteraan Manusia Global di RI, KADIN Ungkap Nilai Bhineka Tunggal Ika

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Universitas Gadjah Mada dan Australian Catholic University resmi meluncurkan Indonesia–Australia Human Flourishing Center, baru-baru ini. Kolaborasi tersebut dinilai merupakan langkah strategis dalam bidang riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang menjadikan Indonesia sebagai titik pusat kajian kesejahteraan manusia di tingkat global.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk dari pengejawantahan temuan universitas terkemuka di dunia mulai dari Harvard University di Amerika Serikat hingga University of Navarra di Spanyol, yang menempatkan Indonesia di urutan teratas negara paling sejahtera di dunia berdasarkan indeks human flourishing.

Peluncuran ini turut mendapatkan dukungan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Luar Negeri Bernardino Moningka Vega menegaskan,  capaian ini merupakan cerminan dari kekuatan yang selama ini belum diadopsi dalam percakapan ekonomi dunia.

“Temuan ini menunjukkan potensi Indonesia dalam mengembangkan paradigma pembangunan ekonomi global yang berpusat pada manusia, di mana pertumbuhan ekonomi dilengkapi dengan makna budaya dan kesejahteraan sosial,” ujar Bernardino yang juga merupakan CEO AdaKami ini lewat keterangan tertulis, Selasa(19/5/2026).

Bernardino menambahkan bahwa nilai-nilai seperti Bhinneka Tunggal Ika dan semangat gotong royong merupakan modal sosial yang membuat Indonesia mendapat pengakuan dari komunitas riset global.

Sebagai CEO dari perusahaan fintech, Bernardino menilai bahwa perkembangan teknologi perlu tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara luas. Ia pun menekankan, di era ketika teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin membentuk lanskap ekonomi, justru nilai-nilai inilah yang akan menentukan apakah pertumbuhan benar-benar dirasakan secara merata.

“Bagi dunia bisnis, yang menjadi pertanyaan kunci dalam konteks keadilan untuk kesejahteraan adalah bagaimana kita menanamkan nilai-nilai seperti gotong royong dalam ekonomi digital, memastikan bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dapat mendorong pertumbuhan yang inklusif, terpercaya, dan merata,” imbuhnya.

Global Flourishing Study menjadi bukti bahwa di tengah kondisi dunia yang dipenuhi gejolak, kearifan lokal masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk menjadi acuan dunia internasional dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang selaras dengan pemaknaan hidup manusia.

“Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pemimpin yang berkelanjutan dalam human flourishing; menunjukkan bahwa pertumbuhan, teknologi, dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan, berlandaskan kepercayaan, inklusi, dan semangat gotong royong,”kata Bernardino.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research