Mentan pastikan oknum catut Kementan janji proyek fiktif diusut tuntas.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan akan mengusut tuntas dugaan oknum yang mencatut nama Kementerian Pertanian untuk menjanjikan proyek fiktif kepada pihak swasta. Kasus ini terungkap setelah oknum tersebut meminta uang sebesar Rp300 juta dengan iming-iming proyek pertanian pemerintah.
"Kami minta kepada kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Kalau ada yang terlibat di (Kementerian) Pertanian, aku pastikan aku pecat," tegas Amran di Jakarta, Selasa.
Amran menjelaskan bahwa kasus ini tengah didalami oleh aparat penegak hukum (APH) dan dianggap sebagai praktik mafia proyek berkedok kementerian. Modus yang digunakan pelaku adalah mengaku memiliki jaringan khusus yang mampu mengamankan proyek di Kementerian Pertanian.
Penerima uang dalam kasus ini berinisial H, sementara pemberi uang berinisial R. Menurut Amran, pelaku merupakan pihak swasta yang mengklaim memiliki jaringan kuat di lingkungan pertanian.
"Dia (terduga pelaku) swasta, menganggap bahwa dia punya beking di pertanian, punya jaringan di pertanian bisa memenangkan proyek," jelas Amran.
Setelah ditelusuri, proyek yang dijanjikan ternyata tidak pernah terealisasi. Praktik serupa sebelumnya pernah terjadi, dengan nilai mencapai Rp27 miliar, menggunakan pola yang sama. Saat awal menjabat, Amran juga menemukan kasus serupa dengan permintaan uang Rp350 juta dan Rp150 juta yang berujung pada pemecatan pihak terkait di internal kementerian.
Amran menegaskan tidak ada ruang kompromi terhadap siapa pun yang menggunakan nama kementerian untuk keuntungan pribadi. Jika ditemukan ada pegawai Kementerian Pertanian yang terlibat, maka akan diberhentikan tanpa toleransi.
Ia berharap proses hukum terhadap pemberi dan penerima uang dapat dilakukan secara adil agar praktik mafia proyek berkedok kementerian tidak terulang lagi. "Nah ini sementara didalami (aparat penegak hukum) dan aku minta yang memberi dan yang diberi kalau bisa dihukum dua-duanya," kata Amran.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
1













































