Ketum PBNU Bela Keputusan Pemerintah Gabung Dewan Perdamaian

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace merupakan langkah tepat dan strategis. utamanya untuk memastikan keberpihakan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tetap terjaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat menanggapi pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia mengakui bahwa inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat menuai kontroversi di berbagai kalangan. Namun, menurutnya, keputusan Indonesia untuk bergabung tidak bisa dilepaskan dari mandat historis bangsa.

“Saya sudah pernah menyatakan begini berkali-kali sebetulnya bahwa membantu Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan RI. Aspirasi proklamasi itu bukan hanya aspirasi Indonesia tapi aspirasi segala bangsa,” ujar Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti dalam upaya membantu Palestina, namun tantangan utamanya adalah menentukan cara yang paling efektif di tengah perubahan konstelasi internasional.

“Kita sekarang berada di tengah dinamika internasional yang penuh ketidakmenentuan. Amerika mau bagaimana, Cina mau bagaimana, Rusia, Eropa, semuanya tidak pasti. Dalam situasi seperti ini, kalau kita sungguh ingin membantu Palestina, kita harus hadir di semua arena yang tersedia,” katanya.

Menurut Gus Yahya, kehadiran Indonesia dalam berbagai platform internasional menjadi kunci agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses-proses global yang menentukan masa depan Palestina.

“Kalau kita tidak ada, kita hanya akan menonton dan membiarkan orang menentukan jalannya dinamika, jalannya pertarungan dan proses-proses yang berlangsung sesudahnya,” jelasnya.

"Maka menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa Board of Peace dibentuk sebagai wahana dialog untuk membicarakan perdamaian di Palestina. Karena itu, Gus Yahya menilai penting adanya aktor yang benar-benar berkomitmen membela kepentingan rakyat Palestina di dalam forum tersebut.

“Kita tahu di dalamnya pasti ada banyak kepentingan, termasuk kepentingan Israel dan Amerika. Tidak mungkin tidak. Tapi justru karena itulah harus ada suara yang sungguh-sungguh membela kepentingan Palestina,” ujarnya.

Gus Yahya juga menekankan bahwa perdamaian tidak mungkin tercapai tanpa dialog antarberbagai kepentingan yang saling bertentangan. Dalam konteks itu, kehadiran Indonesia dinilai krusial untuk menjaga agar isu Palestina tidak terpinggirkan.

“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam keistian apapun untuk membantu Palestina,” ucap Gus Yahya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research