WHO Warning Bahaya, Kasus HIV Bisa Naik Tinggi karena Trump

2 months ago 26

Jakarta, CNBC Indonesia - World Health Organization (WHO) atau Organisasi kesehatan dunia membunyikan alarm bahaya setelah Presiden AS Donald Trump menyetop pendanaan untuk program anti-HIV yang mencakup perawatan untuk 30 juta orang di seluruh dunia.

Melansir Euro News, WHO mengatakan penghentian sementara semua bantuan asing membahayakan akses ke layanan kesehatan, obat-obatan, dan perawatan HIV (human immunodeficiency virus) di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kondisi ini dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang mengerikan.

"Penghentian pendanaan untuk program HIV dapat meningkatkan risiko penyakit dan kematian pada orang yang hidup dengan HIV dan melemahkan upaya untuk mencegah penularan di masyarakat dan negara," kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Penghentian bantuan asing yang berkepanjangan dapat membawa dunia kembali ke tahun 1980-an dan 1990-an ketika jutaan orang meninggal karena HIV setiap tahun di seluruh dunia.

Pada tahun 2023, setidaknya ada 39,9 juta orang hidup dengan HIV, sekitar dua pertiga dari mereka berada di Afrika Sub-Sahara.

HIV tetap menjadi penyebab utama kematian secara global. Ada sekitar 630.000 kematian terkait AIDS pada 2023. Jumlah tersebut sebenarnya turun signifikan dari data pada 2004 yang menunjukkan 2,1 juta kematian, sebagian besar berkat obat-obatan baru yang menghambat penularan dan mencegah HIV berkembang menjadi AIDS.

Pembekuan dana AS akan berdampak paling besar pada Rencana Darurat Presiden untuk Penanggulangan AIDS, yang diyakini telah menyelamatkan lebih dari 26 juta jiwa sejak diluncurkan oleh Presiden George W. Bush pada 2003.

Pada 2024, program tersebut menyediakan perawatan antivirus HIV untuk 20,6 juta orang di 55 negara, menurut pemerintah AS.

AS menarik diri dari kepemimpinan kesehatan global

Menyetop pendanaan program anti-HIV bukan satu-satunya langkah Trump untuk menarik diri dari kepemimpinan kesehatan global sejak dia kembali menjabat sebagai presiden AS minggu lalu.

Ia juga memutuskan bahwa Amerika mundur dari WHO dan memberlakukan kembali Kebijakan Kota Meksiko, yang melarang AS memberikan uang kepada kelompok asing yang melakukan atau menawarkan informasi tentang aborsi.

Trump mengkritik penanganan WHO terhadap pandemi COVID-19 dan peran AS yang sangat besar dalam mendanai organisasi tersebut.


(hsy/hsy)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Potensi & Daya Saing Industri Kesehatan RI di Pasar Global

Next Article Kabar Baik, WHO Izinkan Tes PCR Real Time untuk Deteksi Mpox

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research