Kondisi Pengelolaan Sampah di Zona 5 TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berada di ujung tanduk usai daya tampung sampahnya diperkirakan hanya bertahan sampai Oktober mendatang. Sebagai tuan rumah, KBB pun menyikapi krisisnya tempat pembuangan sampah dari wilayah Bandung Raya itu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Ibrahmi Aji mengatakan, berdasarkan koordinasi akan ada bantuan alat pengelolaan sampah dari Pemprov Jabar sebagai langkah mitigasi habisnya masa pemakaian TPA Sarimukti yang diperkirakan hanya cukup untuk enam bulan ke depan. "Kita masih koordinasi dengan provinsi. Informasinya kan mau ada bantuan mesin pengolah sampah, tapi jenisnya kami belum tahu. Di KBB sementara di 50 titik," kata Ibrahim saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Dirinya mengatakan, setiap harinya sampah yang dikirim dari Bandung Barat ke TPA Sarimukti mencapai 200 ton. Jika bantuan mesin dari Pemprov Jabar nantinya bisa mengolah 5-10 ton per titik, maka sampah yang bisa dikelola setiap harinya mencapai 250-500 ton.
"Jadi kalau menggunakan alat itu KBB relatif aman. Kita sehari yang masuk TPA Sarimukti itu 200 ton, sementara kapasitas mesin itu katanya 5 atau 10 ton, jadi bisa ngolah 250-500 ton sehari," ujar Ibrahim.
Penarikan sampah yang dilayani Dinas Lingkungan Hidup KBB sejauh ini baru mencakup 10 dari total 16 kecamatan yang ada dan itupun tidak menyeluruh di semua desa dikarenakan keterbatasan armada. Sedangkan statistik produksi sampah yang dihasilkan dari semua jumlah penduduknya mencapai 700 ton setiap hari.
"Yang dikirim itu kan 200 ton dari 10 cakupan wilayah pelayanan pengangkutan. Sisanya itu ada yang dikelola melalui Bank Sampah, maggot, kemudian contohnya di selatan itu food waste biasanya dipakai pakan. Kalau di perkotaan baru food waste-nya banyak," kata Ibrahim.

5 hours ago
1












































