Perlawanan di Gaza Tegaskan tak Akan Serahkan Senjata pada Pihak Asing

1 hour ago 1

Anggota pasukan Brigade Al Qassam membagikan makanan untuk berbuka di jalanan Kota Gaza Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kelompok-kelompok perlawanan Palestina diklaim telah menyetujui pelucutan senjata menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang kesepakatan yang dicapai dalam kerangka Board of Peace (BoP). Keterangan yang diperoleh Republika dari sumber di Palestina menegaskan, kesepakatan yang diterima faksi-faksi Palestina bukanlah penyerahan senjata kepada Israel ataupun pihak asing.

Merujuk keterangan sumber tersebut, seluruh faksi Palestina telah menyetujui Pasal 8 dari proposal yang diajukan utusan Board of Peace, Nikolay Mladenov. Pasal tersebut mengatur mekanisme penanganan senjata di Jalur Gaza.

Berdasarkan kesepakatan itu, senjata tidak akan diserahkan kepada Israel dalam keadaan apa pun. Selain itu, senjata juga tidak akan diserahkan kepada negara asing maupun pihak luar, baik negara Arab maupun pihak lainnya.

Menurut keterangan itu, yang diatur dalam kesepakatan hanyalah penyimpanan dan pembekuan senjata berat. Senjata-senjata tersebut akan ditempatkan di bawah pengawasan badan Palestina, yakni otoritas administratif Palestina yang nantinya bertanggung jawab mengelola pemerintahan di Jalur Gaza.

Seluruh persenjataan tetap berada di dalam wilayah Gaza dan tidak akan dipindahkan ataupun diserahkan kepada pihak manapun di luar Palestina.

"Dengan demikian, apa yang telah disepakati bukanlah penyerahan senjata kepada pendudukan Israel ataupun kepada pihak eksternal mana pun. Kesepakatan itu hanya mengatur penempatan senjata berat di bawah pengawasan badan Palestina dan membekukannya dalam kerangka Palestina di Jalur Gaza," demikian keterangan itu.

Latihan Pilar Perkasa yang digelar kesatuan faksi perlawanan Palestina di Gaza pada September 2023.

Kelompok tersebut juga menekankan bahwa pelaksanaan ketentuan mengenai senjata tidak dapat dipisahkan dari kewajiban Israel untuk menjalankan seluruh isi perjanjian. Hamas menyatakan implementasi kesepakatan baru dapat dilakukan apabila Israel menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza, mematuhi seluruh butir perjanjian yang telah ditandatangani, serta memulai proses rekonstruksi Gaza secara nyata.

Karena itu, Hamas menegaskan persoalan senjata hanya dapat diselesaikan dalam kerangka kesepakatan menyeluruh yang didasarkan pada kewajiban timbal balik. Menurut mereka, isu tersebut tidak bisa dijalankan secara terpisah tanpa pelaksanaan seluruh komitmen lain yang telah disepakati kedua belah pihak.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research