REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta dukungan Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, untuk membantu pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Permintaan ini disampaikan guna memperkuat investasi dan mendorong hilirisasi di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi (migas).
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis, menjelaskan bahwa Gubernur Mualem menekankan pentingnya pengembangan industri hilir dari sumber daya gas yang dihasilkan dari Blok Andaman. Blok tersebut salah satunya dikelola oleh perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy.
Pernyataan itu telah disampaikan langsung oleh Mualem kepada Hashim Djojohadikusumo dalam sebuah pertemuan beberapa waktu lalu di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut secara spesifik membahas investasi dan hilirisasi di Aceh.
Hormati Keputusan Pusat, Dorong Manfaat Maksimal
Nurlis menjelaskan bahwa pembahasan investasi dan hilirisasi tersebut juga mengalir dari diskusi mengenai pengembangan Blok Andaman. Dalam pertemuan itu, Gubernur Mualem menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan Pemerintah Pusat.
Kendati demikian, Pemerintah Aceh berpandangan bahwa setiap kebijakan dalam pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Aceh sebagai daerah penghasil.
Gubernur Aceh menilai bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah. Langkah ini dinilai mampu memperluas kesempatan kerja, mendorong tumbuhnya industri berbasis gas, serta meningkatkan daya saing perekonomian Aceh secara berkelanjutan.
“Prinsipnya sama-sama senang. Perusahaan dapat laba, pemerintah pusat ada pemasukan, pemerintah Aceh dapat untung, dan terjadi multiplier effect ekonomi yang mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Nurlis Effendi menirukan pernyataan Gubernur.
Komitmen Ciptakan Iklim Investasi Kondusif
Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat bahwa langkah awal ini untuk memperkuat sinergi antara pusat dan Aceh. Tujuannya adalah mengoptimalkan potensi sumber daya energi Aceh melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi industri, serta pembangunan yang berorientasi bagi kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Gubernur Mualem menyampaikan komitmen Pemerintah Aceh dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. “Aceh memberikan kepastian bagi para investor. Memberi kemudahan dalam proses investasi, termasuk penyederhanaan dan percepatan pelayanan perizinan,” ujar Nurlis Effendi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
1

















































