Tim kepolisian melakukan olah TKP tewasnya Sutrimo, pembantu rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS — Keluarga almarhum Sutrimo (42 tahun) mengakui adanya sejumlah kejanggalan dari kematian lelaki yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga kediaman eks Jampidsus Febrie Ardiansyah di Kebayoran Baru, Jakarta. Keluarga bahkan tak diinformasikan Sutrimo ditemukan dalam keadaan mulut berbusa.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkapkan, kliennya sudah melaporkan kasus kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8/2026). Sutrimo dan keluarganya tinggal di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Aan menerangkan, jenazah Sutrimo diterima keluarga almarhum pada 23 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Terdapat empat orang yang mengantarkan jenazah. Aan mengatakan, berdasarkan pengakuan keluarga, dua orang pengantar jenazah adalah pihak ambulans dan dua lainnya mengaku sebagai teman kerja Sutrimo.
Saat diantarkan kepada keluarga, jenazah Sutrimo sudah dikafani. Karena tak menaruh kecurigaan apa pun, almarhum langsung dimakamkan. Aan mengungkapkan, pengantar jenazah Sutrimo menyampaikan kepada keluarga bahwa almarhum meninggal karena sakit.
“Dibilang, ‘Bapak (Sutrimo) itu sakit, gula (darahnya) sampai 600’. Waktu itu keluarga juga tidak curiga karena memang sudah bersih, sudah dikafankan. Kalau orang Islam kan memang sebaiknya langsung segera dikubur,” ucap Aan ketika diwawancara, Senin (10/8/2026).
Aan mengonfirmasi Sutrimo mengidap penyakit diabetes. Menurut keluarga, almarhum pun memang cukup sulit jika diminta untuk berobat. Kendati demikian, selama beberapa hari sebelum ditemukan meninggal di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada pagi tanggal 23 Juli 2026, keluarga mengaku Sutrimo sama sekali tak berkeluh kesah tentang penyakitnya.

4 hours ago
3












































