DPRD DKI Desak Pemda Perkuat Bantuan Tepat Sasaran untuk Siswa Kurang Mampu

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperkuat kebijakan perlindungan siswa kurang mampu melalui skema bantuan yang lebih tepat sasaran. Desakan ini muncul setelah ia menerima pengaduan dari warga mengenai siswa yang masih menunggak administrasi sekolah.

Kenneth mengungkapkan bahwa di Jakarta masih banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk membayar tunggakan administrasi dan biaya perlengkapan sekolah. Hal ini menjadi perhatian serius baginya sebagai wakil rakyat.

Ia mencontohkan kasus seorang siswa SMK Al-Irsyad, Jakarta Pusat, bernama Ibrahim yang terkendala tunggakan administrasi dan perlengkapan sekolah. Menindaklanjuti hal tersebut, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menggunakan dana pribadinya untuk membayar uang sekolah serta menebus seragam siswa tersebut.

"Setelah mendengar langsung kondisinya, saya putuskan untuk membantu menggunakan dana dari gaji dan tunjangan saya. Saya ingin proses pendidikan siswa ini dapat terus berjalan tanpa hambatan," ujar Kenneth di Jakarta, Senin.

Tanggung Jawab Moral dan Aksi Nyata

Kenneth menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak dan tidak seharusnya terhambat oleh persoalan biaya. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu semampunya agar siswa dapat melanjutkan pendidikan dengan tenang dan bermartabat.

"Ketika saya mengetahui ada siswa yang kesulitan, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu semampunya," tutur politisi yang akrab disapa Kent ini.

Ia menilai kepedulian terhadap akses pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi.

Dorong Skema Bantuan Tepat Sasaran

Ke depan, Kenneth berkomitmen untuk terus mendorong pemerintah DKI Jakarta memperkuat kebijakan perlindungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Skema bantuan yang diusulkannya mencakup pembebasan tunggakan, bantuan seragam gratis, hingga beasiswa.

Dengan mekanisme bantuan yang tepat sasaran, ia optimistis persoalan tunggakan administrasi dapat diminimalkan. "Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa, sehingga setiap siswa harus diberikan kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya," tegasnya.

Kenneth juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan siswa yang terancam putus sekolah akibat kesulitan ekonomi. Ia menegaskan akan terus berupaya hadir menggunakan kemampuannya selama masih diberikan rezeki dan kesehatan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan apabila menemukan siswa yang terancam tidak bisa melanjutkan sekolah akibat kesulitan ekonomi. Selama saya masih diberikan rezeki dan kesehatan ada ruang untuk membantu, saya akan berupaya hadir menggunakan kemampuan yang saya punya," ungkap Kenneth.

Ia menegaskan komitmennya agar tidak ada siswa di Jakarta yang terhambat mengenyam pendidikan karena persoalan biaya administrasi dan kelengkapan sekolah. Kehadiran wakil rakyat, menurutnya, harus dapat dirasakan manfaatnya melalui aksi nyata, terutama dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research