Seberapa Kuat Armada Perang Udara Iran? Simak Laporan Aljazeera Berikut Ini

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Dalam beberapa pekan terakhir, ancaman Amerika Serikat untuk melakukan eskalasi yang akan segera terjadi terhadap Teheran dan rezim Iran semakin meningkat.

Eskalasi ini belum diketahui sejauh mana dampaknya terhadap Iran, baik rakyat maupun rezimnya, dan dunia masih menunggu saat-saat genting di tengah upaya banyak negara Arab dan regional untuk campur tangan guna meredakan konflik yang akan segera terjadi.

Dikutip dari Aljazeera, Ahad (1/2/2026), meskipun pemerintahan Amerika saat ini mengklaim serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran dan program nuklirnya pada Juni lalu telah berhasil menghancurkan atau menunda proyek nuklir Iran selama bertahun-tahun, namun serangan tersebut tidak mengurangi keinginan Washington dan Tel Aviv untuk menghancurkan pilar-pilar kekuatan militer Iran, dan kali ini sasarannya adalah program rudal Iran.

Sedangkan Iran, sepertinya Teheran tidak bakal ngelepasin program rudal balasannya, meski mereka jalanin dua jalur. Yang pertama jalur militer yang terus siap siaga dan ditunjukkan lewat pernyataan pejabat militer yang bilang mereka udah siap banget buat perang yang bakal datang, dan Amerika serta Israel bakal bayar mahal.

Sedangkan jalur lainnya adalah jalur politik dan diplomatik, di mana Iran menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kesiapan Teheran untuk kembali ke meja perundingan jika didasarkan pada keadilan dan saling menghormati, serta menegaskan dukungan negaranya terhadap diplomasi dan penolakan terhadap ancaman militer apa pun.

Di tengah semua keributan ini, kita jadi ingat perang 12 hari dan kelemahan yang membuat Iran harus segera perbaiki sistem militernya. Meskipun kekuatan Teheran di bidang drone dan rudal terlihat jelas, mereka juga menunjukkan kelemahan yang jelas di sistem pertahanan udara dan pesawat tempur.

Ini bukan masalah baru bagi para pembuat keputusan di Iran, karena Teheran telah lama berlomba dengan waktu untuk mengembangkan kemampuan militernya dalam persiapan menghadapi kemungkinan yang akan terjadi di tengah situasi yang tegang saat ini.

Untuk mengimbangi kekurangan dalam kemampuan militer lokal, strategi Iran mengandalkan apa yang disebut prinsip pencegahan awal, yang didasarkan pada perluasan pengaruhnya di luar perbatasannya untuk menghadapi musuh-musuhnya sejauh mungkin dari wilayahnya, melalui koordinasi dengan sejumlah agen dan sekutu.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research