REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Uni Eropa kembali meningkatkan tekanan terhadap Rusia dengan mengusulkan paket sanksi ke-21 yang menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari energi, jasa keuangan, perdagangan, hingga sektor perikanan yang untuk pertama kalinya masuk dalam daftar pembatasan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (10/6/2026) mengumumkan bahwa paket sanksi terbaru tersebut dirancang untuk mempersempit sumber pendapatan Rusia di tengah berlanjutnya konflik Ukraina.
Menurut Komisi Eropa, usulan baru itu mencakup penangguhan mekanisme penyesuaian otomatis batas harga minyak Rusia hingga Januari tahun depan. Langkah tersebut disebut bertujuan menjaga stabilitas pasar energi global sembari tetap menekan pemasukan Rusia dari sektor minyak.
Uni Eropa juga berencana memperluas sanksi terhadap apa yang disebut sebagai "armada bayangan" Rusia. Sebanyak 30 kapal tambahan akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi, sehingga total kapal yang dikenai pembatasan mencapai lebih dari 660 unit.
Untuk pertama kalinya, kapal-kapal yang menyediakan layanan pendukung bagi armada tersebut, termasuk pengisian bahan bakar di laut (bunkering), juga akan menjadi target sanksi.
Selain itu, Brussels mengusulkan pembatasan terhadap pelabuhan, bandar udara, dan kilang yang dinilai terlibat dalam perdagangan maupun pengolahan minyak Rusia. Penjualan kapal tanker gas alam cair (LNG) kepada Rusia juga akan dibatasi.
Di sektor keuangan, Komisi Eropa mengusulkan perluasan larangan transaksi terhadap 31 bank Rusia tambahan. Pembatasan serupa juga akan diterapkan kepada 20 entitas lain yang mencakup bank, perusahaan kripto, platform keuangan, serta pelaku perdagangan minyak di negara ketiga yang dianggap membantu aktivitas ekonomi Rusia.
Pada sektor perdagangan, paket sanksi terbaru mencakup pembatasan ekspor barang dan teknologi yang dinilai dapat digunakan oleh industri pertahanan Rusia, termasuk peralatan yang berkaitan dengan produksi dan pengoperasian drone.
Uni Eropa juga mengusulkan larangan impor sejumlah produk dari Rusia senilai sekitar 60 juta euro. Produk yang terdampak antara lain beberapa jenis logam dan suku cadang otomotif yang selama ini masih memasuki pasar Eropa.
Salah satu langkah yang paling menonjol dalam paket terbaru tersebut adalah masuknya sektor perikanan Rusia ke dalam daftar sasaran sanksi. Untuk pertama kalinya, Uni Eropa mengusulkan pembatasan besar terhadap impor sejumlah produk perikanan Rusia serta pelarangan penuh terhadap beberapa komoditas tertentu, termasuk ikan kod.
sumber : Xinhua

9 hours ago
5













































