RUPSLB BEI 2026 Setujui Alex Widi Kristiono sebagai Komisaris

4 hours ago 3

Tangkapan layar Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers RUPSLB BEI yang digelar secara daring, Rabu (12/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui pengangkatan Alex Widi Kristiono sebagai anggota Dewan Komisaris BEI. Dalam rapat yang digelar Rabu (12/8/2026), pemegang saham juga menegaskan perubahan nama empat pemegang saham serta pengalihan dua saham kepada BEI melalui mekanisme pembelian kembali saham (buyback).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pengangkatan Alex dilakukan untuk mengisi posisi komisaris yang lowong setelah M. Oki Ramadhana mengundurkan diri dari Dewan Komisaris BEI.

“Berdasarkan POJK Nomor 58/POJK.04/2016, jabatan anggota Dewan Komisaris yang lowong tersebut perlu diisi dengan calon yang berlatar belakang Direktur Perusahaan Efek Anggota Bursa,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB BEI yang digelar secara daring, Rabu (12/8/2026).

Jeffrey mengatakan calon pengganti telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat tertanggal 4 Agustus 2026. RUPSLB kemudian mengangkat Alex Widi Kristiono sebagai anggota Dewan Komisaris BEI untuk meneruskan sisa masa jabatan periode 2024-2028.

Dengan pengangkatan tersebut, susunan Dewan Komisaris BEI terdiri atas Nurhaida sebagai Komisaris Utama serta Yozua Makes, Karman Pamurahardjo, Lany Djuwita, dan Alex Widi Kristiono sebagai komisaris.

Selain perubahan susunan pengurus, RUPSLB juga menegaskan perubahan nama sejumlah pemegang saham BEI. PT Universal Broker Indonesia Sekuritas berganti nama menjadi PT Laba Sekuritas Indonesia.

Kemudian, PT UOB Kay Hian Sekuritas menjadi PT Kay Hian Sekuritas, PT OSO Sekuritas Indonesia menjadi PT Sukadana Prima Sekuritas, serta PT Jasa Utama Capital menjadi PT Yakin Bertumbuh Sekuritas.

BEI juga menerima pengalihan masing-masing satu saham milik PT IMG Sekuritas dan PT HSBC Sekuritas Indonesia melalui mekanisme buyback. Pengalihan tersebut turut mengubah data susunan pemegang saham BEI.

RUPSLB BEI 2026 dihadiri 90 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara. Dalam rapat tersebut terdapat dua agenda, yakni pengangkatan komisaris untuk mengisi posisi yang lowong serta agenda lain-lain.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research