REPUBLIKA.CO.ID, MANGGARAI BARAT— Panel surya, internet satelit, teknologi Artificial Intelligence (AI), dai pedalaman, dan dokter spesialis dari Jakarta kini bersatu menjadi sebuah ekosistem layanan kesehatan terpadu di Nusa Tenggara Timur.
Inovasi bersejarah ini resmi diperkenalkan melalui program Nurhealth Connection di Dusun Bangko, Desa Nangabere, Kabupaten Manggarai Barat, yang diresmikan pada Selasa (11/8/2026), bekerja sama dengan Puskesmas Nangalili.
Selama bertahun-tahun, letak geografis yang ekstrem menjadi dinding tebal antara nyawa dan pertolongan medis bagi warga pelosok.
Kepala Desa Nangabere, Hudzaifah, menceritakan kenyataan memilukan yang selama ini harus dihadapi warganya.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini. Selama ini, ibu-ibu di desa kami yang hendak melahirkan harus bersusah payah melewati sungai sehingga perjalanannya menuju rumah sakit tertahan," kata dia, dalam keterangannya kepada media, Rabu (12/8/2026).
Kondisi ini, kata dia, juga menyebabkan evakuasi pasien selalu terlambat, sehingga masyarakat kami kerap tidak mendapatkan penanganan medis yang optimal," ujar Hudzaifah penuh haru.
Merespons krisis tersebut, Laznas Dewan Dakwah berkolaborasi dengan Dana Kebajikan & Zakat CIMB Niaga Syariah merancang inovasi Nurhealth Connection guna menembus keterbatasan jarak dan minimnya fasilitas di wilayah pedalaman.
Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Laznas Dewan Dakwah, Ustadz Ramdani, menegaskan bahwa peresmian ini adalah wujud nyata dari kemerdekaan akses kesehatan bagi seluruh rakyat.
Dia menyebut, hadirnya fasilitas kesehatan ini adalah jawaban atas doa-doa yang terpanjatkan dari masyarakat Nanga Bere, mengingat kesehatan merupakan instrumen yang sangat penting.
Dia bersyukur, atas izin Allah, bertepatan dengan momen peringatan kemerdekaan, sinergi bersama CIMB Niaga Syariah ini hadir untuk memecahkan masalah keterbatasan akses transportasi, komunikasi, dan fasilitas kesehatan di wilayah 3T.
"Fasilitas yang terbuka untuk semua kalangan ini bahkan telah dilengkapi dengan teknologi modern seperti teleconference," papar Ustadz Ramdani.
Melalui teknologi telemedicine, warga di pelosok kini tak lagi terisolasi. Layanan ini didukung oleh jaringan internet satelit untuk konektivitas stabil dan panel surya sebagai sumber energi utama yang mandiri.
Selain konsultasi jarak jauh, sistem ini mencakup edukasi kesehatan berbasis AI, penyediaan obat generik, hingga pelayanan dokter umum, spesialis, dan USG. Bagi pasien dengan kondisi berat, sistem akan langsung merujuk mereka ke fasilitas lanjutan yang tepat.
Kehadiran ekosistem canggih ini diibaratkan sebagai oase di tengah padang pasir oleh Pembina Nurhealth Connection sekaligus Dokter Spesialis Bedah, Dr Muhammad Iqbal El-Mubarak, SpB.
"Seperti ikhtiar Siti Hajar dalam mencari air zamzam, mulai hari ini telah hadir 'zamzam' sebagai sumber kesehatan bagi masyarakat. Melalui optimalisasi sarana telekomunikasi, kini setiap keluhan warga akan langsung diarahkan dan ditangani oleh dokter spesialis yang tepat," ungkap dr Iqbal.
Lebih dari sekadar teknologi mutakhir, Nurhealth Connection menempatkan "manusia" sebagai inti pelayanannya. Program ini turut melibatkan dai pedalaman dari Dewan Dakwah sebagai fasilitator di lapangan.
Para dai hadir tidak sekadar berdakwah, melainkan menjadi pendamping warga saat menggunakan layanan telemedicine, membantu edukasi, dan menepis ketakutan warga untuk berobat sejak dini.
Dokter bersiaga di Jakarta, tenaga kesehatan mendampingi di lokasi, sementara dai menjadi jembatan penghubungnya.
Pendekatan hibrida dan komprehensif ini mendapat apresiasi tinggi dari otoritas kesehatan daerah.
Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Nangalili, Sariman Syukur, SKep, menyambut optimis sinergi yang terbangun.
"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran dan tindakan nyata ini," kata dia.
Dia menyebut, apa yang dilakukan telah membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal jarak dan batas.

2 hours ago
5














































