Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp 17.750-Rp 17.850 per Dolar AS

5 hours ago 2

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan, Rabu (12/8/2026), bergerak melemah 8 poin atau 0,04 persen menjadi Rp 17.869 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.861 per dolar AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan, Rabu (12/8/2026), bergerak melemah 8 poin atau 0,04 persen menjadi Rp 17.869 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.861 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memprediksi rupiah bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di tengah perkembangan geopolitik di Timteng yang masih memberikan sinyal beragam,” ucapnya di Jakarta, Rabu.

Mengutip Anadolu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan Iran dan Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan meskipun kedua pihak tetap bersikap keras atas kebuntuan panjang di Selat Hormuz.

Sumber Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi akan menyampaikan sejumlah usulan baru kepada para pemimpin Iran untuk mengatasi kebuntuan tersebut yang terus berdampak negatif terhadap ekonomi dan perdagangan global.

“Laporan dari Pakistan mengindikasikan bahwa proses menuju kesepakatan damai kembali menunjukkan perkembangan positif, sementara Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sebelum sejumlah persyaratan terpenuhi,” ungkap Lukman.

Di sisi lain, investor disebut cenderung bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS pada malam hari. “Keduanya, baik inflasi utama maupun inti, diperkirakan akan turun. Inflasi year on year (yoy) diperkirakan turun dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen, sedangkan inflasi inti yoy turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen,” kata dia.

Melihat sentimen domestik, investor dinyatakan tengah mengantisipasi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). “Pengumuman MSCI tentunya masih tanda tanya, namun salah satunya adalah tidak akan ada saham baru yang dimasukkan,” ujarnya.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 17.750-Rp 17.850 per dolar AS.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research