REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengaku belum lama mengenal Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Meski demikian, ia menilai perjalanan hidup dan kiprah Bahlil dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia karena berhasil menembus berbagai keterbatasan hingga menjadi pemimpin nasional.
Menurut Prabowo, kisah hidup Bahlil menunjukkan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukan penghalang untuk meraih keberhasilan. Sebaliknya, berbagai kesulitan yang dihadapi sejak kecil justru menjadi proses yang membentuk karakter kepemimpinan seseorang.
"Karya beliau, sepak terjang beliau, kehidupan beliau bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda," kata Presiden saat memberikan sambutan pada peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri karya Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Prabowo mengatakan seorang pemimpin tidak lahir dari kehidupan yang selalu mudah. Menurut dia, hambatan, penderitaan, dan berbagai tantangan justru menjadi tempaan yang membangun keberanian, ketangguhan, dan karakter seorang pemimpin. Ia bahkan menyebut orang yang tidak pernah menghadapi kesulitan akan sulit tumbuh menjadi pemimpin yang kuat.
"Keadaan yang memberatkan, kondisi berintangan, kondisi hambatan, justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin," ujarnya.
Presiden mengaku tidak memiliki hubungan yang panjang dengan Bahlil. Berbeda dengan sejumlah tokoh lain yang telah dikenalnya selama puluhan tahun, ia baru beberapa kali bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Namun, dari pertemuan singkat itu ia merasa dapat melihat karakter dan kualitas kepemimpinan Bahlil.
"Saya tidak lama kenal Pak Bahlil. Tidak seperti Pak Rosan yang 20 tahun saya kenal. Tapi kadang-kadang pertemuan dua-tiga kali saja bagi saya sudah cukup," katanya.
Prabowo menjelaskan pengalamannya memimpin prajurit selama puluhan tahun membuatnya terbiasa membaca karakter seseorang. Menurut dia, kualitas seorang pemimpin dapat terlihat dari cara berpikir, respons, serta sikap yang ditunjukkan dalam percakapan singkat. Karena itu, ia menilai Bahlil memiliki perpaduan antara kecerdasan dan keberanian yang menjadi modal penting dalam kepemimpinan.
Ia juga menepis anggapan bahwa kualitas seseorang ditentukan oleh nama besar perguruan tinggi. Menurut Prabowo, kecerdasan lebih banyak dibentuk oleh lingkungan keluarga, pendidikan dari orang tua, serta pengalaman hidup yang penuh tantangan. Ia menilai perjalanan hidup Bahlil menjadi contoh bahwa kerja keras dan ketangguhan dapat mengantarkan seseorang meraih posisi penting di pemerintahan.
Di akhir sambutannya, Prabowo kembali memberikan apresiasi kepada Bahlil. Ia meminta Menteri ESDM itu terus melanjutkan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Bahkan, Presiden mengaku memberikan rapor "memuaskan" kepada Bahlil karena menilai kinerjanya sejauh ini telah menunjukkan hasil yang baik, meski masih ada ruang untuk terus ditingkatkan.

4 hours ago
6












































