Pembangunan Kawasan DPR di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

4 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, PENAJAM PASER UTARA – Pembangunan kawasan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memasuki tahapan konstruksi untuk mengejar target penyelesaian pada akhir 2027. Selain percepatan pekerjaan, proyek strategis nasional tersebut juga difokuskan pada pengendalian mutu, keselamatan kerja, dan tata kelola pelaksanaan.

Komisaris Independen PT Brantas Abipraya (Persero) Isra D. Pramulya meninjau langsung pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I di IKN, Kalimantan Timur. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target sekaligus memperkuat penerapan kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta good corporate governance (GCG).

Dalam kunjungan tersebut, Isra meninjau progres pekerjaan struktur, pengendalian mutu, penerapan K3, hingga strategi percepatan yang diterapkan di lapangan.

“Pembangunan kawasan legislatif di Ibu Kota Nusantara merupakan proyek strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di masa depan. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan tata kelola yang baik. Saya mengapresiasi seluruh insan proyek yang terus menjaga komitmen tersebut,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Proyek Bangunan Gedung dan Kawasan DPR Paket I dikerjakan oleh Waskita-Abipraya KSO untuk Otorita Ibu Kota Nusantara. Pembangunan dimulai pada 4 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan selama 750 hari kalender dan ditargetkan selesai pada Desember 2027.

Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan tiga gedung utama, yakni Gedung A, Gedung B1, dan Gedung C1, beserta penataan kawasan pendukung yang mencakup jalan kawasan, sistem utilitas, drainase, lanskap, hingga infrastruktur penunjang lainnya.

Berdasarkan progres hingga pekan ke-33, pekerjaan fondasi berupa galian, timbunan, bored pile, dan soldier pile terus dipercepat. Pada saat yang sama, pekerjaan pile cap, pelat lantai, dan struktur bangunan mulai memasuki tahapan konstruksi secara bertahap.

Isra juga menekankan pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan untuk mengantisipasi berbagai tantangan pelaksanaan proyek, termasuk penyesuaian desain, kebutuhan pekerjaan tambahan, serta optimalisasi metode konstruksi agar target penyelesaian tetap tercapai.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Dewan Komisaris PT Brantas Abipraya dalam memastikan proyek strategis nasional berjalan sesuai target dengan tetap memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Melalui pembangunan kawasan DPR Paket I di IKN, Brantas Abipraya turut mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pusat pemerintahan baru yang modern dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research