Prabowo Jawab Kritik The Economist, Tegaskan Indonesia Pilih Jalannya Sendiri

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto membalas kritik majalah The Economist ihwal arah demokrasi dan pembangunan di Indonesia. Menurut Prabowo, Indonesia memiliki jalannya sendiri dan tidak harus meniru negara-negara Barat.

Sebelumnya, majalah asal Inggris tersebut menyoroti sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo. Dalam artikelnya, The Economist menilai pemerintah terlalu ekspansif dalam belanja negara, memperkuat sentralisasi kekuasaan, serta berisiko menggerus capaian reformasi yang dibangun sejak krisis Asia 1997-1998.

Media itu juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran negara.

Menanggapi kritik tersebut, Prabowo melalui surat yang dimuat The Economist pada Rabu (10/6/2026) menegaskan dirinya tidak anti terhadap kritik. Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dari demokrasi.

“Saya menyambut kritik. Dalam demokrasi, kritik bukan hanya sehat, tetapi juga penting,” tulis Prabowo.

Namun, ia menilai sebagian kritik tidak sepenuhnya melihat persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemerintah memilih fokus pada program yang dinilai memberi manfaat langsung bagi rakyat.

Prabowo mencontohkan program MBG yang kerap menjadi sasaran kritik. Menurut dia, program tersebut diperlukan karena masih banyak anak Indonesia mengalami stunting dan kekurangan gizi.

Ia juga menolak anggapan demokrasi Indonesia mengalami kemunduran. Menurut Prabowo, Indonesia tetap berada di jalur demokrasi. “Indonesia adalah demokrasi, dan akan tetap menjadi demokrasi,” tegasnya.

Prabowo juga menolak pandangan bahwa Indonesia harus mengikuti pola politik negara-negara Barat. Menurut dia, demokrasi tidak harus identik dengan polarisasi dan konflik politik berkepanjangan.

“Apakah Indonesia harus meniru polarisasi dan kepahitan politik yang terlihat di sebagian Barat agar dianggap cukup demokratis?” katanya.

Menurut Prabowo, pemerintah ingin dinilai dari hasil yang dirasakan masyarakat. Ia menegaskan kritik akan dijawab melalui kerja dan capaian, bukan sekadar retorika.

“Sebagai pemerintah, kami akan menjawab kritik bukan dengan retorika, melainkan dengan hasil,” tegas Prabowo.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research