Selasa 05 May 2026 20:46 WIB
Penutupan ponpes tetap harus diiringi dengan solusi bagi para santri/santriwati.
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi Kekerasan Seksual
REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ema Rachmawati mendukung agar Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati ditutup permanen. Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Pati telah merekomendasikan tindakan demikian.
"Kami mendukung (penutupan Ponpes Ndholo Kusumo). Sebaiknya begitu, sesuai rekomendasi Kemenag," kata Ema ketika diwawancara, Selasa (5/5/2026).
Ema mengungkapkan, sepengetahuannya, Ponpes Ndholo Kusumo telah berizin. “Karena pondoknya berizin, maka pencabutan izin bisa dilakukan,” ujarnya.
Kendati demikian, Ema menekankan, penutupan ponpes tetap harus diiringi dengan solusi bagi para santri/santriwati di sana. Apalagi selama ini para santri di ponpes tersebut menikmati pendidikan gratis.
“Pendidikan anak-anak tidak boleh terputus. Harus dipastikan mereka dipindahkan ke tempat yang aman,” kata Ema.
-
Selasa , 05 May 2026, 20:59 WIB
Bagaimana Nabi Mendidik Para Sahabat?
-
-
Selasa , 05 May 2026, 20:55 WIB
Update Sepekan, Kemenhaj: 10 WNI Ditangkap di Saudi
-
Selasa , 05 May 2026, 20:46 WIB
Pemprov Jateng Dukung Ponpes Ndholo Kusumo di Pati Ditutup Permanen
-
Selasa , 05 May 2026, 20:33 WIB
Dompet Dhuafa dan Pemprov Sumbar Genjot Pemulihan Ekonomi Pascabencana Lewat Pembiayaan tanpa Bunga
-
Selasa , 05 May 2026, 20:32 WIB
Teladan Nabi Menerapkan Prinsip Toleransi
-

3 hours ago
2














































