REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Irak Graham Arnold bersimpati kepada Indonesia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir pada playoff putaran keempat zona Asia. Ia menilai Indonesia merupakan korban kebijakan AFC terkait pelaksanaan playoff Piala Dunia 2026 yang berubah-ubah serta penjadwalan pertandingan yang menguntungkan Arab Saudi.
"Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami karena playoff itu benar-benar tidak adil," kata Arnold dalam wawancara di siniar The Howie Games yang tayang pada akhir pekan lalu.
Arnold mengungkapkan, saat masih menangani timnas Australia pada awal putaran ketiga Piala Dunia 2026 Zona Asia, tim-tim peserta diberitahukan bahwa playoff putaran keempat akan berlangsung di venue netral. Kemudian, aturan ini berubah saat Arnold beralih menangani timnas Irak. AFC menetapkan dua tim dengan ranking tertinggi yang akan menjadi tuan rumah.
Arnold semringah dengan keputusan itu karena peringkat FIFA Irak (57) lebih baik dari Arab Saudi (58). "Namun entah bagaimana Arab Saudi bisa menjadi tuan rumah grup itu," kata Arnold.
Arnold kemudian menyayangkan jadwal pertandingan yang merugikan Indonesia. Ia mengatakan, para pemain Indonesia tiba di Jeddah, Arab Saudi pada Senin, 6 Oktober 2025, dalam kondisi tak lengkap. Skuad Garuda baru komplet keesokan harinya setelah pemain-pemain dari Eropa bergabung.
Namun, timnas Indonesia sudah harus bertanding pada Rabu, 8 Oktober 2026, malam waktu Jeddah. Lawannya adalah tuan rumah Arab Saudi. Kondisi ini merugikan Indonesia karena tim pelatih tak punya waktu banyak untuk mempersiapkan tim menghadapi laga pertama. Indonesia juga hanya beristirahat relatif singkat sebelum meladeni Irak yang dalam kondisi lebih bugar dan persiapan lebih baik.
"Kami (Irak) kemudian bermain melawan Indonesia pada Sabtu (11/10/2025) malam dan mengalahkan mereka. Setelah itu kami melawan Arab Saudi tiga hari kemudian. Saudi punya waktu enam hari istirahat," kata Arnold mengungkap kondisi yang menguntungkan Saudi dan merugikan Indonesia.
Saat melawan Irak, Arnold merasa seharusnya timnya bisa memenangkan laga. Sayangnya, Irak melewatkan sejumlah peluang pada 10 menit awal. Saudi, kata dia, tak punya banyak peluang di pertahanan Irak dan tertekan sepanjang laga. Namun karena berhasil menahan imbang Irak tanpa gol, Saudi lolos karena unggul selisih produktivitas gol berkat kemenangan 3-2 atas Indonesia, sementara Irak hanya menang 1-0.
Irak kemudian memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bolivia 2-1 dalam play-off antarkonfederasi di Estadio BBVA, Meksiko, pada 1 April lalu.

1 hour ago
1














































