REPUBLIKA.CO.ID, BANGKA BARAT, – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan pendampingan intensif kepada pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengembangkan potensi Wisata Bukit Kukus. Langkah ini diambil agar destinasi alam yang terletak di Desa Airbelo, Kecamatan Mentok, tersebut semakin ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi tujuan unggulan daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan langkah awal untuk memperluas pengembangan pariwisata di Kecamatan Mentok. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan wisata, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Kita ingin keberadaan wisata baru ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata daerah, kita juga mendorong agar masyarakat dan pokdarwis selalu menjaga keseimbangan antara kepentingan wisata, kelestarian lingkungan dan masyarakat," kata Fachriansyah di Mentok, Senin.
Padukan Wisata Sejarah dan Edukasi
Bukit Kukus tidak hanya menawarkan panorama alam yang asri dan alami. Pemerintah daerah melihat potensi besar untuk mengembangkannya menjadi rangkaian destinasi yang memadukan wisata sejarah dan wisata pendidikan. Kedekatan lokasi dengan situs bersejarah Jembatan Inggris menjadi nilai tambah yang signifikan.
"Lokasi ini cukup dekat dengan Jembatan Inggris, wisatawan nantinya tidak hanya diajak menikmati suasana bukit, tetapi juga memperoleh informasi mengenai sejarah dan perkembangan kawasan di sekitarnya," ujarnya. Pendekatan ini diharapkan membuat pengunjung tidak sekadar datang untuk melihat pemandangan atau berfoto, tetapi juga memahami cerita yang melekat pada tempat tersebut.
Inovasi Barcode untuk Pendidikan Lingkungan
Aspek pendidikan lingkungan akan diperkenalkan melalui pemanfaatan teknologi sederhana. Sejumlah pohon di kawasan Bukit Kukus rencananya akan dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai oleh pengunjung. Melalui pemindaian ini, wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai jenis pohon dan manfaatnya.
Cara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai tumbuhan dan pentingnya menjaga kawasan hijau. Konsep ini membuka peluang agar wisata alam memiliki fungsi edukasi, di mana berbagai jenis pohon yang tadinya hanya menjadi bagian dari lanskap dapat dikenali lebih jauh sebagai bagian penting dari lingkungan.
Dorong Dampak Ekonomi Langsung bagi Warga
Pemerintah daerah juga mengarahkan pengembangan Bukit Kukus agar aktivitas wisata memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Salah satu strateginya adalah memanfaatkan lahan warga di sekitar kawasan untuk pengembangan tanaman buah. Jika dikelola dengan tepat, kebun tersebut dapat menjadi lokasi wisata petik buah sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi pemilik lahan.
Dengan pola ini, wisatawan akan memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam. Setelah menikmati kawasan bukit, mereka dapat mengunjungi kebun masyarakat, membeli produk pertanian, menikmati makanan lokal, atau membawa hasil pertanian sebagai oleh-oleh. Fachriansyah mencontohkan keberhasilan pengembangan destinasi di Belitung yang mampu menjadikan barang sederhana sebagai objek wisata bernilai ekonomi besar.
"Kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membangun daya tarik wisata. Hal tersebut menunjukkan pembangunan destinasi tidak selalu membutuhkan fasilitas mahal, namun dengan adanya ide kreatif dan kemampuan membaca potensi lokal dapat menjadi modal penting dalam menarik wisatawan," katanya. Ia optimistis, dengan berbagai persiapan yang dilakukan, tantangan membangun sistem pengelolaan akan mampu diatasi sehingga wisata ini semakin maju dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga sekitar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
2

















































