Jangan Ucapkan Kalimat Ini Saat Tes Wawancara Kalau Mau Diterima Kerja

2 months ago 27

Jakarta, CNBC Indonesia - Sesi wawancara menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen suatu pekerjaan. Mantan eksekutif SDM Microsoft membagikan tips terkait cara untuk mendapatkan pekerjaan melalui wawancara kerja yang baik.

Menurut Sabina Nawaz ada beberapa pernyataan yang dapat membuat proses rekrutmen gagal dalam wawancara kerja.

Sabina sendiri merupakan seorang pelatih eksekutif dengan pengalaman lebih dari dua dekade, dan sebelum memulai perusahaannya sendiri, Nawaz bekerja di Microsoft selama 15 tahun, termasuk sebagai direktur senior sumber daya manusia.

Beberapa tanda bahaya dalam wawancara kerja yang paling sering ia temui adalah tidak datang tepat waktu, tidak memposisikan kamera dengan benar jika Anda melakukan wawancara virtual, dan tidak menindaklanjuti dengan mengucapkan terima kasih.

"Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak orang yang tidak melakukan hal-hal mendasar dengan benar," katanya mengutip CNBC International, Minggu (26/1).

Tanda bahaya utama lainnya adalah tidak siap untuk berbicara tentang kelebihan Anda. Namun, Ia memiliki trik sederhana untuk membantu orang mengidentifikasi dan menyoroti kelebihan mereka.

Ketika kandidat kerja ditanya tentang kekuatan mereka, mereka sering kali memberikan jawaban yang tidak jelas yang tidak benar-benar memberikan gambaran tentang siapa mereka, dan apa yang mereka mampu lakukan.

Mereka akan berkata, "Saya pintar, saya bekerja keras dan saya menyelesaikan banyak hal," kata Nawaz.

Meskipun itu bagus untukmu dan semua orang, namun sebaiknya, Anda mencari tahu apa yang unik dari diri Anda, dan bagaimana membingkainya dalam cerita yang benar-benar mengkristal.

Nawaz menyarankan untuk membuat 20 hingga 30 contoh usaha atau proyek pribadi, "Baik di rumah atau di tempat kerja, yang Anda lakukan sendiri, yang Anda sukai, dan Anda banggakan," katanya.

Hal ini bisa saja yang terbaru saat ini dan bisa juga yang sudah dilakukan sejak Anda masih kecil. Di antara semua itu, lihatlah kekuatan mana yang paling menonjol.

Apakah Anda seorang pembelajar yang cepat? Apakah Anda suka membangun sesuatu? Dan ketika berbicara tentang pekerjaan yang Anda lamar, "yang mana yang membuat Anda berbeda?," ucapnya.

Selanjutnya, kumpulkan perpustakaan cerita yang mencerminkan kesuksesan Anda. Ketika berbicara tentang bagaimana mempresentasikan kelebihan Anda dalam sebuah wawancara, bagilah anekdot Anda ke dalam dua bagian utama yaitu masalah dan solusinya.

"Luangkan sekitar 50% waktu Anda untuk menguraikan masalah dan 50% waktu lainnya untuk menguraikan kekuatan Anda," kata Nawaz.

Mulailah dengan mengartikulasikan apa kekuatan Anda dan kemudian jelaskan, secara mendalam, apa masalahnya. Selanjutnya, jelaskan bagaimana Anda menyelesaikan masalah tersebut, dan hubungkan kesuksesan itu kembali pasa kekuatan Anda.

Di akhir cerita, pastikan untuk menjelaskan hasil dari apa yang telah Anda lakukan. Katakanlah sesuatu seperti, "kami berhasil mendapatkan klien di perusahaan konsultan kami," katanya.

"Bukan hanya kontrak jutaan dolar, tetapi mereka memperpanjang kontrak selama lima tahun berturut-turut," imbuhnya.

Ketika Nawaz bekerja dengan kliennya, "kami menyusun sebuah perpustakaan cerita," katanya. Pada akhir proses, mereka memiliki lusinan anekdot yang bisa mereka gunakan.

Dia sangat merekomendasikan untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, apa pun yang ditanyakan dalam sebuah wawancara, Anda bisa memasukkan dan memainkan cerita-cerita ini dan memilih salah satu yang paling relevan dan paling menunjukkan kemampuan Anda.


(mkh/mkh)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Tren Kecantikan 2025 dari Make Up Hingga Skin Care

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research