REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turnamen khusus nomor ganda, Yonex-Sunrise Doubles Special Championships, kembali digelar pada tahun ini. Kejuaraan yang memasuki penyelenggaraan ke-14 tersebut akan berlangsung pada 10-13 Juni 2026 di Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Ajang yang digagas peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000, Candra Wijaya, itu telah menjadi salah satu turnamen rutin yang berfokus pada pembinaan atlet sektor ganda. Sekitar 500 pasangan dijadwalkan ambil bagian dalam 11 nomor pertandingan yang mencakup ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran pada kelompok usia U-15, U-17, U-19, serta nomor dewasa.
Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Turnamen ini juga diikuti pemain dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Slovakia, Ukraina, dan Australia. Kehadiran peserta internasional diharapkan dapat menambah kualitas persaingan sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi atlet muda Indonesia.
Candra mengatakan, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya untuk terus mendorong perkembangan sektor ganda yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di pentas bulu tangkis dunia. Menurut dia, kompetisi yang berkelanjutan dibutuhkan agar para pemain muda memiliki kesempatan mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
"Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini, saya memberikan kesempatan kepada bibit-bibit pemain berbakat di kelompok ganda untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan, serta menambah jam terbang pengalaman," ujar Candra, Senin (8/6/2026).
Mantan pemain spesialis ganda putra tersebut menilai keberlangsungan turnamen selama lebih dari satu dekade menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi. Dukungan tersebut dinilai berperan dalam menjaga kesinambungan regenerasi atlet, khususnya pada sektor ganda.
Indonesia selama ini dikenal memiliki tradisi kuat pada nomor ganda. Berbagai gelar bergengsi di level dunia dan Olimpiade banyak diraih melalui sektor tersebut. Dari generasi ke generasi, Indonesia juga terus melahirkan pasangan-pasangan yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Karena itu, Candra berharap kejuaraan ini dapat menjadi salah satu jalur pembinaan yang melahirkan pemain-pemain potensial untuk masa depan. Menurut dia, bakat saja tidak cukup untuk membentuk atlet berprestasi tanpa dukungan kompetisi yang berkesinambungan.
"Melalui kejuaraan ini saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulu tangkis sektor ganda Indonesia. Sejarah telah membuktikan bahwa sektor ganda adalah permainan yang atraktif dan menarik, sehingga banyak diminati. Terbukti pula dari dulu hingga kini Indonesia memiliki ganda-ganda andal dan melegenda," katanya.
Selain menggelar pertandingan, penyelenggara juga akan memberikan penghargaan kepada pelatih yang dinilai berkontribusi besar dalam pembinaan atlet ganda melalui program "Penghargaan Pembina Terbaik" versi Candra Wijaya International Badminton Center. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran pelatih dalam mencetak dan mengembangkan pemain-pemain muda yang diharapkan kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

4 hours ago
1













































