Harga Plastik Mahal, Pemkot Cimahi Jadikan Momentum Ubah Perilaku Masyarakat

9 hours ago 2

Pedagang plastik di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Pemkot Cimahi menjadikan kenaikan harga plastik sebagai momentum mengubah perilaku masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI — Kenaikan harga plastik di pasaran mulai direspons pemerintah daerah. Pemkot Cimahi melihat momentum ini sebagai peluang menekan ketergantungan plastik sekali pakai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, lonjakan harga plastik harus dijadikan momentum mengubah perilaku masyarakat. Plastik selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di Kota Cimahi.

Harga plastik diketahui naik seiring memanasnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu pasokan bahan baku. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mempercepat upaya pembatasan.

“Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum bawa tumbler, belanja tidak pakai plastik,” kata Chanifah, Ahad (12/4/3026).

Pemkot Cimahi kini menyiapkan aturan larangan kantong plastik sekali pakai dalam bentuk Peraturan Wali Kota (Perwal). Regulasi ini tengah dibahas bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi agar memiliki kekuatan mengikat.

Tahap awal, kebijakan tersebut akan menyasar toko modern. Pemerintah akan menggandeng asosiasi peritel untuk menerapkan pembatasan penggunaan kantong plastik di tingkat ritel.

“Jadi kita akan menyiapkan Peraturan wali kotanya, kita bareng-bareng dengan Bagian Hukum. Kita dulu pernah sosialisasi ke ritel tentang hal ini, tapi kan belum mengikat karena belum ada aturan, sekarang kita akan ikat dengan aturan. Jadi kita sasaran awalnya ritel dulu,” ujar Chanifah.

DLH Cimahi mencatat total produksi sampah di kota itu mencapai sekitar 250 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 27 persen berasal dari plastik berbagai jenis.

Selain volumenya besar, plastik juga sulit terurai karena struktur polimer sintetis yang tidak dikenali mikroorganisme. Dampaknya meluas, mulai dari pencemaran tanah, air, hingga laut, serta risiko kesehatan akibat mikroplastik.

“Jadi ini dengan naiknya harga plastik mudah-mudahan pemakaiannya juga terus berkurang. Karena plastik ini cukup besar juga menyumbang terhadap volume sampah,” kata Chanifah.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research