Puluhan Ribu Warga Kabupaten Bandung Terdampak Banjir

4 hours ago 2

Warga menggunakan perahu kayu saat banjir melanda Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (12/4/2026). Hujan dengan intensitas tinggi di Kawasan Bandung Raya pada Sabtu (11/4) membuat akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran terputus serta ratusan rumah di Kecamatan Dayeuhkolot terendam air luapan Sungai Citarum setinggi 30-100 cm.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Puluhan ribu warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terdampak banjir akibat hujan deras dan luapan sungai Citarum yang terjadi sejak Jumat (10/4/2026) kemarin hingga saat ini. Sebagian warga pun terpaksa mengungsi ke tempat pengungsian.

Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi mengatakan luapan air Sungai Citarum, Cipalasari dan Cigede menyebabkan banjir merendam pemukiman di wilayah Dayeuhkolot sejak Jumat (10/4/2026) hingga Senin (13/4/2026) hari ini. Ketinggian banjir bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 1 meter.

Ia menyebut banjir merendam pemukiman di sejumlah kampung di Desa Dayeuhkolot, Desa Citereup, Desa Cangkuang Wetan dan Kelurahan Pasawahan. "Banyak rumah warga yang terendam banjir dan sebagian akses jalan terputus," ucap dia, Senin (13/4/2026).

Ia menuturkan jumlah korban terdampak sebanyak 4.800 kepala keluarga atau 14.440 jiwa di Desa Dayeuhkolot, 2.943 jiwa di Desa Citereup,  1.725 Desa Cangkuang Wetan dan 340 jiwa di Desa Pasawahan. "Total korban jiwa terdampak se-Kecamatan Dayeuhkolot mencapai 19.408 jiwa," ungkap dia.

Sedangkan korban mengungsi mencapai 122 jiwa. Mereka membutuhkan makanan siap saji, dan lainnya. "Kondisi di jalan raya Dayeuhkolot masih tergenang banjir antara 40-50 sentimeter bisa dilalui kendaraan roda empat sedangkan roda dua jangan memaksakan," kata dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) menyebut pada masa peralihan ini masyarakat diimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dengan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau dekat bangunan yang rentan saat kejadian berlangsung. Selain itu tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor serta angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan hujan es. 

"Masyarakat diimbau waspada cuaca ekstrem dan bencana," kata Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research