Presiden Rusia Vladimir Putin.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masa depan sebuah negara kini tidak lagi ditentukan semata oleh kekuatan militer atau kekayaan sumber daya alam. Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka menegaskan bahwa nasib Rusia ke depan bertumpu pada satu hal yang tak kasatmata, namun menentukan: kecerdasan buatan.
Pernyataan itu bukan sekadar optimisme teknologi, melainkan peringatan. Dalam pandangan Kremlin, kegagalan menguasai AI bukan hanya soal tertinggal dalam inovasi, tetapi berisiko menggerus kedaulatan, bahkan eksistensi negara itu sendiri di tengah kompetisi global yang semakin keras.
Putin menginstruksikan pemerintah untuk segera menyusun rencana nasional pengembangan dan penerapan teknologi AI secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa percepatan adopsi harus mencakup hampir seluruh sektor, mulai dari ekonomi hingga pertahanan.
Menurutnya, kecerdasan buatan bukan lagi teknologi masa depan, melainkan fondasi bagi sistem kehidupan baru. AI, bersama platform digital dan sistem otonom, kini membentuk ulang wajah ekonomi, hubungan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga industri.
Dalam forum pengembangan AI, Putin menyebut bahwa perubahan yang dibawa teknologi ini bersifat struktural. Artinya, bukan hanya cara kerja yang berubah, tetapi juga cara negara beroperasi dan bertahan dalam sistem global.
Ia menyoroti bahwa Rusia tidak boleh bergantung pada teknologi asing. Dalam konteks geopolitik yang sarat tekanan dan sanksi, ketergantungan semacam itu dinilai berisiko tinggi terhadap stabilitas nasional.
“Kita harus memiliki teknologi paling canggih dan sepenuhnya bergantung pada produk dalam negeri yang berdaulat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan Rusia yang semakin menekankan kemandirian teknologi sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional.
Putin juga menyoroti pesatnya perkembangan model bahasa dan jaringan saraf, yang kini menunjukkan tingkat otonomi yang semakin tinggi. Teknologi ini tidak lagi sekadar menjalankan perintah, tetapi mulai mampu merencanakan, mengevaluasi, dan berinteraksi secara mandiri.
sumber : Antara

4 hours ago
2











































