Alat berat dan pekerja menyelesaikan proyek penataan di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Setelah 109 tiang monorel di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, rampung dibongkar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menata ulang kawasan tersebut dengan membangun fasilitas yang lebih ramah bagi pejalan kaki dan pengguna ruang publik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan perubahan di kawasan Rasuna Said dapat segera dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah warga mengeluhkan kemacetan yang saat ini terjadi di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pasalnya, saat ini sebagian badan jalan di kawasan itu tidak bisa dilalui karena adanya proyek pembangunan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengakui saat ini kemacetan kerap terjadi di Jalan Rasuna Said. Menurut dia, hal itu dikarenakan saat ini tengah dilakukan pembangunan jalur pedestrian di kawasan itu, setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta membongkar tiang monorel yang telah mangkrak puluhan tahun.
"Untuk Rasuna Said, ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena nggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek," kata dia di Gedung DPRD Provinsi Jakarta, Senin (13/4/2026).
Meski begitu, ia meyakini pembangunan jalur pedestrian di Jalan Rasuna Said itu akan memberikan dampak yang baik untuk masyarakat luas. Bahkan, Jalan Rasuna Said itu diproyeksikan akan seperti kawasan Sudirman-Thamrin.
Ihwal kemacetan yang terjadi, Pramono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan. Ia berharap, proyek itu dapat selesai pada Juni 2026.
"Dan untuk diatur ini mudah-mudahan ada targetnya adalah tanggal 22 Juni saya akan resmikan sebagai kado Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru. Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin," kata dia.
Diketahui, Pemprov Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang-tiang di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026). Pembongkaran itu dilakukan sebagai bagian dari penataan Jalan Rasuna Said.
Adapun anggaran yang disiapkan untuk proyek itu mencapai Rp 102 miliar. Anggaran itu bukan seluruhnya untuk pembongkaran, melainkan juga termasuk untuk penataan kawasan tersebut, seperti penataan jalan, saluran, trotoar, penerangan jalan umum, dan sarana kelengkapan lainnya di kawasan itu.

3 hours ago
1











































