Tak Ada Perubahan Jadwal, 3.748 Calon Jamaah Haji Asal DIY Berangkat Serentak 21 April Mendatang

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hampir rampung 100 persen. Seluruh tahapan keberangkatan jamaah dipastikan berjalan sesuai jadwal, dengan kloter pertama mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Mustofa, mengatakan kesiapan secara umum sudah mencapai tahap akhir dan hanya menyisakan hal teknis menjelang keberangkatan.

"Persiapan penyelenggaraan haji secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 99 persen. Tinggal sedikit hal teknis menjelang pemberangkatan," katanya saat dihubungi Republika, Sabtu (11/4/2026).

Jauhar menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal keberangkatan. Seluruh jamaah tetap diberangkatkan sesuai rencana yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Jamaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April pagi hari, kemudian diberangkatkan ke Arab Saudi pada malam harinya melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

"Penyelenggaraan haji masih on schedule dan tidak ada perubahan sampai saat ini," katanya.

Jumlah Jamaah Haji DIY

Jauhar juga memastikan tidak ada perubahan jumlah jamaah. Tahun ini, jumlah jamaah haji asal DIY tercatat sebanyak 3.748 orang, dengan tambahan sekitar 80 jemaah mutasi dari daerah lain. Mereka akan diberangkatkan dalam 11 kelompok terbang. 

"Jogja ada 10.5 kloter, yang 10 kloter full Jogja, yang setengah kelompok nanti gabungan antara Jogja dengan Kedu. Ada di  kloter 26 nanti," ungkapnya.

Selain kesiapan teknis, pemerintah juga memastikan berbagai layanan bagi jemaah telah siap, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi hingga layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Meski situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian, Jauhar memastikan seluruh tahapan tetap berjalan normal. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi guna memastikan kelancaran penyelenggaraan haji.

Ia menambahkan, berbagai skenario mitigasi tetap disiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi perubahan situasi, terutama terkait rute penerbangan saat kepulangan jemaah.

"Kalau ada perkembangan, kami akan mengikuti kebijakan dari pusat," ujarnya.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research