Brawijaya Hospital Perkuat Layanan Unggulan untuk Kurangi Tren Berobat ke Luar Negeri

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Brawijaya Hospital memperkuat layanan kesehatan spesialistik melalui pengembangan empat Center of Excellence (CoE) sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri sekaligus mengurangi tren warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri.

Chief Commercial Officer Brawijaya Hospital, drg. Hestiningsih, S.E., M.A.R.S., mengatakan kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan yang tersedia di Indonesia saat ini dinilai mampu bersaing dengan berbagai negara tujuan wisata medis. Karena itu, menurut dia, masyarakat tidak perlu selalu mencari layanan kesehatan ke luar negeri untuk mendapatkan penanganan medis berkualitas.

Hestiningsih menjelaskan penguatan layanan dilakukan melalui empat Center of Excellence yang meliputi BraveHeart Center, Orthopedic Center Brawijaya, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center. Keempat layanan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang semakin kompleks dengan dukungan teknologi modern serta tim medis multidisiplin.

"Brawijaya Hospital memiliki dokter dengan kapasitas dan kapabilitas yang sama, bahkan lebih baik, dan juga teknologinya pun kita tidak kalah," ujar Hestiningsih saat ditemui di sela acara Partner Gathering Brawijaya Hospital di Jakarta, Kamis (11/6).

Salah satu layanan unggulan yang menjadi perhatian adalah BraveHeart Center, pusat layanan jantung yang menyediakan penanganan komprehensif mulai dari pencegahan, deteksi dini, tindakan intervensi hingga rehabilitasi. Layanan tersebut hadir di tengah tingginya angka penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Brawijaya Hospital, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, menjelaskan peningkatan kasus penyakit jantung pada usia produktif dipengaruhi sejumlah faktor risiko, seperti merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stres.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi faktor risiko sejak dini.

Selain layanan jantung, Brawijaya Hospital juga memperkuat Orthopedic Center Brawijaya yang menyediakan layanan diagnosis, tindakan medis, hingga rehabilitasi untuk berbagai gangguan sistem gerak. Layanan tersebut menangani beragam kasus mulai dari cedera olahraga, trauma dan patah tulang, gangguan sendi, hingga kelainan tulang belakang.

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi Brawijaya Hospital, dr. Nicko Perdana Hardiansyah, Sp.OT, Subsp.OTB, mengatakan perkembangan teknologi ortopedi saat ini memungkinkan diagnosis yang lebih akurat serta tindakan yang lebih presisi sehingga membantu mempercepat proses pemulihan pasien.

Pada layanan kesehatan perempuan, Jakarta Gynecology Center (JGC) menghadirkan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan layanan pencegahan, deteksi dini, diagnosis, hingga tindakan medis. Layanan ini ditujukan untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan di berbagai tahap kehidupan.

Sementara itu, IVF Center hadir sebagai pusat fertilitas yang menyediakan layanan program kehamilan dengan dukungan dokter spesialis fertilitas, andrologi, embriologi, serta berbagai teknologi reproduksi berbantu. Layanan tersebut ditujukan untuk membantu pasangan yang menghadapi kendala kesuburan dan membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif.

Selain memperkuat layanan medis, Brawijaya Hospital juga tengah menjalankan strategi pengembangan jaringan rumah sakit guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Saat ini pengembangan dilakukan di sejumlah rumah sakit yang telah beroperasi sebagai bagian dari rencana peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan.

Hestiningsih mengatakan pengembangan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang terintegrasi mulai dari skrining, diagnosis, pengobatan, hingga pemulihan.

"Tahun ini memang kita berfokus pada pendalaman untuk menyiapkan pipeline tersebut, tapi di saat yang sama kita sedang melakukan beberapa pengembangan ekspansi di enam existing hospital kita," kata Hestiningsih.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research