Aurora Ventures Siapkan Pendanaan untuk Startup Perempuan

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan ekosistem startup di negara berkembang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, akses pendanaan bagi founder perempuan masih menjadi tantangan, meski banyak startup yang dipimpin perempuan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang kompetitif.

Sejumlah studi menunjukkan founder perempuan masih menghadapi kesenjangan dalam memperoleh investasi tahap awal dibandingkan founder laki-laki. Tantangan tersebut mencakup keterbatasan akses jaringan investor hingga keraguan terhadap kapasitas kepemimpinan perempuan dalam membangun bisnis berskala besar.

Kondisi itu mendorong lahirnya berbagai inisiatif yang berfokus pada peningkatan akses pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan. Salah satunya melalui peluncuran Aurora Ventures, program investasi tahap awal yang menyasar founder perempuan di negara berkembang.

Program yang didukung inDrive tersebut diluncurkan setelah penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile. Ajang itu mencatat lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara dan menghadirkan sejumlah founder perempuan dari Amerika Latin, Afrika, hingga Timur Tengah sebagai finalis.

Aurora Ventures dibentuk berdasarkan temuan selama lima tahun penyelenggaraan Aurora Tech Award yang menunjukkan masih adanya kesenjangan akses pendanaan bagi founder perempuan, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika, serta Amerika Latin.

Riset Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara juga menemukan bahwa banyak founder perempuan masih menghadapi fenomena yang disebut competence scepticism atau keraguan terhadap kemampuan mereka, serta tuntutan pencapaian bisnis yang lebih tinggi dibandingkan founder laki-laki.

Melalui program tersebut, startup yang terpilih akan memperoleh investasi tahap awal senilai 180 ribu dolar AS hingga 250 ribu dolar AS. Selain pendanaan, peserta juga mendapatkan akses mentoring, jaringan investor, dan dukungan operasional untuk membantu pengembangan bisnis menuju tahap pendanaan berikutnya.

Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan dukungan terhadap program tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya akses pendanaan yang diterima founder perempuan di sejumlah negara berkembang.

“inDrive lahir dan berkembang dengan menghadapi berbagai tantangan besar di industri. Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Karena itu, dukungan terhadap Aurora Ventures bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,” ujar Rio, Senin (8/6/2026).

Program percontohan Aurora Ventures 2026 akan difokuskan untuk membangun portofolio awal sekaligus memperkuat fondasi pembentukan skema pendanaan venture capital yang lebih besar pada masa mendatang.

Di tengah meningkatnya jumlah startup di negara berkembang, isu kesetaraan akses pendanaan diperkirakan akan menjadi perhatian yang semakin penting. Pelaku industri menilai keberagaman pendiri perusahaan dapat memperluas inovasi dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih inklusif di berbagai sektor.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research