Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Sebuah negara bisa diputus dari teknologi hanya dalam semalam." Peringatan itu mengguncang Eropa setelah perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic, mendadak menghentikan akses ke model AI paling canggihnya bagi seluruh warga negara asing. Keputusan itu diambil setelah perusahaan menerima perintah dari pemerintahan Presiden Donald Trump atas alasan keamanan nasional.
Akibatnya, model Fable 5 dan Mythos 5 yang sebelumnya dapat digunakan peneliti, perusahaan, hingga lembaga publik di berbagai negara, tiba-tiba tidak lagi tersedia.
Mengapa Washington mengambil langkah drastis tersebut? Anthropic mengungkapkan pemerintah AS meminta akses terhadap dua model AI tersebut ditangguhkan bagi pengguna non-Amerika. Perusahaan bahkan menyebut pemerintah AS mengetahui kemungkinan metode untuk melakukan jailbreak atau menembus pembatasan sistem pada Fable 5.
Keputusan itu langsung memicu kepanikan politik di Eropa. Sebab yang dihentikan bukan sekadar aplikasi.
Yang terputus adalah akses menuju teknologi yang dianggap akan menentukan keseimbangan kekuatan global pada abad ke-21.
Bruno Retailleau, mantan Menteri Dalam Negeri Prancis dan calon presiden 2027, menyebut keputusan Washington sebagai alarm keras bagi negara-negara Eropa.
"Dalam perlombaan AI, negara yang bergantung pada teknologi negara lain bisa diputus dari jaringan dalam semalam," katanya sebagaimana diberitakan Euronews pada Sabtu (13/6/2026).
Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di laboratorium penelitian, pusat data, rumah sakit, hingga perusahaan teknologi, berbagai proyek yang bergantung pada model AI generasi terbaru kini menghadapi ketidakpastian.
Para pembuat kebijakan Eropa mulai menyadari betapa besar ketergantungan mereka terhadap teknologi yang dikembangkan dan dikendalikan di luar benua tersebut.
Apakah Eropa terlambat menyadarinya? Menteri Negara Prancis untuk Urusan Eropa, Benjamin Haddad, menilai keputusan pemerintahan Trump mempercepat persaingan geopolitik dalam bidang AI.

4 hours ago
3












































