5 Kebiasaan 'Sopan' yang Ternyata tidak Disukai HRD Kantor

2 months ago 26

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat melamar pekerjaan, tentu kita ingin memberikan kesan terbaik kepada HRD. Salah satu cara yang sering kita lakukan untuk menunjukkan kesan baik adalah dengan bersikap sopan dan ramah.

Namun, ada kalanya kebiasaan 'sopan' yang kita anggap tepat justru malah membuat HRD merasa tidak nyaman, lho! Melansir Readers Digest, berikut 5 kebiasaan 'sopan' yang mungkin sering kamu lakukan, tapi ternyata justru tidak disukai oleh HRD.

1. Terlalu Banyak Mengatakan 'Maaf'
Kita semua tahu bahwa sopan santun itu penting. Namun, terlalu sering mengucapkan 'maaf' bisa memberikan kesan kurang percaya diri. Misalnya, dalam wawancara kerja, kamu mungkin merasa harus selalu meminta maaf setiap kali mengungkapkan pendapat atau kesalahan.

Padahal, HRD justru mencari seseorang yang mampu berdiri teguh dengan pendapatnya dan tidak terlalu ragu-ragu. Alih-alih mengatakan 'maaf' berulang kali, lebih baik kamu menunjukkan rasa percaya diri dan kesanggupan dalam menjelaskan pendapat atau keputusan yang kamu buat. Tentu saja, jika kamu memang salah, barulah ucapkan maaf dengan tulus.

2. Menghindari Kontak Mata
Banyak orang merasa canggung saat melakukan kontak mata, apalagi dengan HRD yang mungkin tampak sangat serius. Namun, kebiasaan menghindari kontak mata bisa memberikan kesan bahwa kamu kurang terbuka atau tidak percaya diri.

Padahal, kontak mata yang tepat bisa menunjukkan ketulusan, kepercayaan diri, dan keterbukaan. Jadi, jangan ragu lagi untuk melakukan kontak mata dengan HRD saat berbicara. Jangan terlalu intens, cukup seperlunya, agar kamu terlihat lebih percaya diri dan tidak terkesan menghindar.

3. Terlalu Banyak Berbicara Tentang Diri Sendiri
Sopan santun memang penting, tapi jangan sampai kamu terlalu fokus menceritakan tentang diri kamu sendiri. Dalam wawancara kerja, kita sering kali merasa harus menunjukkan betapa hebatnya diri kita. Namun, jika kamu terus-menerus berbicara tentang pencapaian dan prestasi kamu tanpa memberi kesempatan kepada HRD untuk berbicara, hal ini bisa membuat kamu terlihat kurang rendah hati.

HRD lebih suka mendengar bagaimana kamu bisa berkontribusi dalam tim atau perusahaan, daripada mendengar tentang prestasi pribadi yang berlebihan. Cobalah untuk menjelaskan diri dengan cara yang seimbang, memberikan kesempatan kepada HRD untuk bertanya, dan tunjukkan minat terhadap perusahaan serta posisi yang kamu lamar.

4. Terlalu Banyak Memberi Pujian
Memberikan pujian bisa jadi cara yang baik untuk menunjukkan sikap sopan, tapi jika kamu terlalu banyak memberikan pujian yang terkesan berlebihan, HRD bisa merasa tidak nyaman. Meskipun pujian itu tulus, HRD bisa merasa bahwa kamu sedang mencoba untuk mengambil hati mereka.

Lebih baik fokus pada percakapan yang lebih natural dan relevan. Pujian bisa disampaikan, tapi pastikan itu sesuai dengan konteks dan tidak terkesan berlebihan atau tidak tulus.

5. Menunggu Persetujuan untuk Segala Hal
Kebiasaan ini sering terlihat pada orang yang sangat berhati-hati atau terlalu sopan. Ketika diminta untuk memberikan pendapat, mereka cenderung mencari persetujuan terlebih dahulu atau bertanya apakah pendapat mereka diterima dengan baik. Ini bisa menunjukkan ketidakpastian dan keraguan dalam diri.

HRD justru lebih menyukai orang yang bisa mengambil inisiatif, memberikan pendapat dengan jelas, dan menunjukkan pemikiran yang matang. Tidak perlu menunggu persetujuan untuk setiap langkah. Tunjukkan bahwa kamu bisa membuat keputusan dan memiliki sikap yang tegas.

Sikap sopan saat melamar pekerjaan itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana kamu bisa menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Dengan memahami kebiasaan yang tidak disukai HRD, kamu bisa meningkatkan kesan positif selama wawancara dan membuat HRD lebih yakin dengan kemampuan kamu.


(miq/miq)

Saksikan video di bawah ini:

Video: Perjalanan Shin Tae Yong Bersama Timnas Indonesia

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research