REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga cabang olahraga, yakni tinju, anggar, dan tenis meja, akan tampil pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui skema pendanaan mandiri. Keberangkatan ketiga cabang olahraga tersebut dibiayai oleh federasi masing-masing dengan dukungan para mitra.
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menegaskan, meski menggunakan sumber pembiayaan berbeda, ketiga cabang olahraga tetap menjadi bagian utuh dari kontingen Merah Putih. Mereka juga akan memperoleh pelayanan dan dukungan yang sama seperti cabang olahraga yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Tidak ada perbedaan antara cabang olahraga yang didukung melalui APBN maupun yang berangkat secara mandiri. Ketika mereka resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia, maka tanggung jawabnya sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih medali untuk Indonesia. Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama," kata Okto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Okto, skema pendanaan mandiri mencerminkan komitmen sekaligus semangat gotong royong dari masing-masing federasi agar para atlet tetap memiliki kesempatan tampil di panggung olahraga terbesar di Asia.
Ia menegaskan, atlet dari tinju, anggar, dan tenis meja tetap menjalani proses evaluasi yang sama dengan cabang olahraga lainnya. Penilaian dilakukan berdasarkan kesiapan atlet, peluang meraih prestasi, hingga kebutuhan operasional selama mengikuti Asian Games.
"NOC Indonesia memastikan seluruh atlet yang tergabung dalam Tim Indonesia memperoleh pelayanan, koordinasi, dan dukungan kontingen yang sama selama mengikuti Asian Games. Yang kami nilai bukan dari sumber pembiayaannya, melainkan kesiapan mereka untuk bersaing dan mengharumkan nama bangsa," ujar Okto.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi langkah federasi dan para mitra yang turut membantu pembiayaan keberangkatan ketiga cabang olahraga tersebut. Menurut dia, kolaborasi seperti ini menjadi bukti bahwa pembangunan prestasi olahraga merupakan tanggung jawab bersama.
"Ini adalah bukti semangat kolaborasi, yang menunjukkan bahwa membangun prestasi olahraga adalah tanggung jawab bersama," kata Erick.
Ia menegaskan seluruh atlet tetap memikul tanggung jawab yang sama ketika mengenakan lambang Garuda di dada, terlepas dari sumber pembiayaan yang digunakan untuk berangkat ke Asian Games.
"Saya berharap seluruh kontingen dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Merah Putih," ujar Erick.
NOC Indonesia sebelumnya menetapkan sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga untuk memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober. Kontingen Merah Putih juga diperkuat 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel tim Chef de Mission (CdM).
sumber : Antara

3 hours ago
1

















































