Pembukaan The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD Park, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kawasan SCBD Park diramaikan dengan gelaran lokakarya komunal The Local Market. Acara The Local Market edisi Pasar Wiwitan hasil kolaborasi Creative Event Entertainment (CEE), serta didukung oleh Artha Graha Group dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) ini digelar pada 1 dan 2 Agustus 2026.
The Local Market merupakan lokapasar luring gagasan KuKa (Aku Suka) yang merupakan hasil kurasi brand-brand lokal yang mencakup makanan, minuman, busana, hingga berbagai bidang kreatif lainnya. Setiap produk yang terpajang tidak dibuat secara massal dalam pabrik dingin, melainkan lahir dari keahlian, ide intuitif, serta dedikasi para kreator lokal.
Founder KuKa dan penggagas The Local Market Titonius Karto menilai kehadiran The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD membawa pengalaman baru bagi para pengunjung. Menurut dia, esensi dari lokapasar fisik tidak akan pernah sepenuhnya tergantikan oleh kemudahan algoritma belanja dalam jaringan.
"The Local Market ingin menjadi ruang di mana orang datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga untuk merasakan," ujar Tito pada opening ceremony di SCBD Park pada Sabtu (1/8/2026).
Bagi Tito, pemilihan tema "wiwitan" berdasar kepada arti "new beginnings" atau permulaan baru dari kata wiwitan yang mengemas harapan atas kelancaran The Local Market di SCBD sebagai “rumah” barunya. Filosofi Jawa mengenai wiwitan, tradisi syukuran jelang panen sebagai simbol awal yang baik, dipadukan secara harmonis dengan dinamika modern perkotaan. Selain itu, terdapat tujuan dan harapan agar The Local Market edisi Pasar Wiwitan di SCBD bisa menjadi destinasi baru di Jakarta yang mampu menginspirasi lahirnya gerakan-gerakan serupa di berbagai sudut kota.
Konsep pasar terbuka yang mengutamakan interaksi personal ini mendapatkan apresiasi hangat dari pemerintah. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF) Irene Umar berharap The Local Market bisa menjadi destinasi akhir pekan baru yang mempertemukan kembali para penjual dengan pembeli. Membawa kembali nuansa hangat yang sudah mulai pudar alih-alih komunikasi transaksional melalui media digital.
Dalam pandangan Irene, belanja bukan sekadar urusan memindahkan uang menjadi barang, melainkan tentang membangun cerita, apresiasi, serta empati terhadap proses panjang pembuatannya. "Jadi pasar ini dimulai tadi pagi dari jam 07.00. Kalau misal kita pikir, kan, selalu pengennya di Jakarta itu ada nggak sih, farmer's market? Kemudian kita bisa berinteraksi langsung dengan orang-orang yang membuat. People behind the products, gitu," ujar Irene.

7 hours ago
3

















































